Berita Banjarbaru

Dinkes Banjarbaru Wacanakan Bangun Labkes Uji Swab Covid-19

Dinkes Banjarbaru mewacanakan miliki fasilitas uji sampel swab Covid-19 PCR supaya bisa melaksanakan pemeriksaan mandiri tanpa tergantung BBTKL-PP.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Rizana Mirza, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Uji sampel swab Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) saat antre di di Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Karena itu, muncul wacana Kota Banjarbaru juga bisa melakukan pemeriksaan sampel swab sendiri, di RSUD Idaman.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza, kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (8/6/2020), membenarkan RSUD Idaman punya cukup potensi untuk bisa melakukan pengujian sampel swab Covid-19 secara mandiri.

"Akan tetapi, memang harus diusulkan dulu ke Kemenkes RI. Kami sudah coba sampaikan dan akan koordinasi lagi dengan pihak BBTKLPP Banjarbaru," kata Rizana Mirza yang juga Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarbaru ini.

Kalau sumber daya manusia (SDM), Mirza menegaskan, bisa disediakan. Namun memang perlu mentoring atau pembinaan dari  BBTKLPP Banjarbaru selaku yang sudah berpengalaman dalam pengujian.

Hal ini coba dikomunikasikan. Namun memang tidak mudah. Sebab, untuk kondisi ruangan, harus ada standar khusus dan ada alat tertentu dengan SOP.

FPPM dan FKTT Kalsel Salurkan Bantuan Covid-19 ke Pemko Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Ingatkan Warga Banjarbaru Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

BBTKLPP Banjarbaru Usulkan Insentif dan Bersyukur Sudah Ditanggapi

Cara Dapat Beasiswa D3 dari PT Angkasa Pura I untuk Lulusan SMA/SMK, Siswa Banjarbaru Berpeluang

Pengendara Kecelakaan di Banjarbaru Ketahuan Simpan Sabu di Jok Motor

Pansus Penanganan Covid-19, DPRD Kota Banjarbaru Siapkan Kotak Aduan

"Memang berpeluangan, tapi ini masih perlu dilomunikasikan. Syarat yang agak berat adalah standarisasi tekanan udara ruangan. Memang, persyaratan tempat itu yang agak berat. Itu dari Kemenkes yang menentukan. Untuk sekarang, kami belum punya kriteria ruangan seperti itu. Makanya, kami wacanakan," sebutnya.

Dijelaskan Rizana Mirza lebih jauh, hal ini awalnya dipicu dari adanya tawaran dari pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pembuatan fasilitas tes uji PCR.

"Ada beberapa sektor usaha yang mau memfasilitasi. Tetapi ya tadi, kami harus merampungkan persyaratannya dulu. Tidak bisa sembarangan," runutnya.

Diutarakannya, perlu proses dan waktu yang cukup panjang. Mengingat, persyaratannya cukup berlapis karena menyangkut keamanan.

"Tetapi, tetap kami wacanakan karenakan nantinya fasilitas ini tetap diperlukan. Kami juga mau membentuk UPT Labkes. Semoga, tahun depan terwujud," harapnya.

Diketahui. saat ini hasil spesimen dari pasien Banjarbaru hanya diuji di laboratorium BBTKL-PP.

Karena bergabung dengan daerah lain, maka hasil swab yang menyatakan positif atau negatif, cenderung lama. Memakan waktu, empat hari hingga lebih dari satu pekan. Bahkan belakangan ada antrean sampai 3.000 sampel swab kaitan kasus Covid-19 ini.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Berita Terkait :#Berita Banjarbaru
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved