Sport

Pelari Banjarmasin Ini Lahir dari Keluarga yang Mencintai Atletik

Terinspirasi dari orangtuanya yang mencintai atletik, pelari Banjarmasin Muhammad Surya Ariandy berhasil meraih prestasi di setiap kejuaraan.

ISTIMEWA
Muhammad Surya Ariandy, pelari yang masuk tim atletik Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terlahir dari keluarga pecinta olahraga, Muhammad Surya Ariandy ikuti jejak kedua orangtuanya terjun ke dunia olahraga atletik.

Pemuda yang akrab disapa Rian ini menjadi atlet atletik sejak duduk di Sekolah Dasar. "Dari kelas lima Sekolah Dasar," kata atlet Kota Banjarmasin ini kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (9/6/2020).

Sedari kecil, sudah suka dan terinspirasi melihat orangtuanya. Kini, dia menjadi salah seorang atlet sprint (lari cepat). Bahkan dilatih langsung oleh ibunya sendiri, Fatmawati. "Dilatih ibu, sama Pak Mulyadi," sebutnya.

Latihan lumayan berat, apalagi mendekati event kejuaraan. Tercatat, pernah mengikuti berbagai kejuaraan, di antaranya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Poda) 2017 berhasil diperingkat pertama lari 100 meter, O2SN provinsi 2016 peringkat ketiga lari 100 meter putra, O2SN 2017 peringkat pertama lari 100 meter putera, Kejurprov U20 di Banjarbaru peringkat pertama lari 100 Meter dan peringkat pertama lari 200 meter,

Atlet Lari Kalsel Latihan Keliling Lapangan Pertasi Kota Pelaihari

Kontingen Atletik Kalsel Gagal Merebut Tiket ke PON

Pelari Asal Banua Ini Wakili Indonesia ke Thailand

Lintasan Atletik di Kotabaru Belum Sesuai Harapan, Becek dan Banyak Ditumbuhi Rumput

Lainnya, Porprov 2017 peringkat kedua lari 200 meter dan peringkat pertama estafet 4x100 meter putra, Kejurprov 2018 sampai tahun 2019 mendapatjan peringkat pertama lari 100 meter dan peringkat pertama lari 200 meter putra, Komda 2018 peringkat pertama lari 100 meter dan peringkat pertama lari 200 meter putera dan Pomda 2019 peringkat pertama lari 100 meter dan peringkat pertama lari 200 meter.

Dari berbagai kejuaran yang pernah diikuti, Popda 2017 dan Kejurnas Jateng open 2019 cukup berkesan baginya.

Hal ini karena ketika Popda adalah awal pertama meraih juara, sedangkan di kejurnas pertama kalinya mengikuti latihan di luar Kalsel. "Kurang lebih dua bulan di Semarang untuk fokus TC persiapan Pra-PON," imbuh dia. 

Dan untungnya, untuk pertama kalinya, dia berhasil memecahkan rekor dirinya pribadi dan jadi best time lari 100 meter dengan perolehan waktu 10,92 detik.

"Semoga, bisa juara ditingkat nasional dan internasional dan semoga bisa masuk Pelatnas atletik," harap Rian.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved