Breaking News:

Nasional

Tagihan Listrik Naik, Pemerintah Wanti-wanti PLN : Kita Cek, PLN atau Masyarakat yang Bohong

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tak segan-segan memberikan peringatan keras kepada PT PLN (Persero).

Editor: Rahmadhani
Kontan.co.id
ILUSTRASI. Petugas PLN Area Bulungan Distribusi Jakarta Raya sedang melakukan penyambungan penambahan daya pelanggan 1300 VA menjadi 2200 VA di daerah kebayoran lama Jakarta, Selasa (20/6). Pemerintan membuka peluang memberi diskon tarif listrik untuk pelanggan PLN 1.300 VA 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Beberapa waktu belakangan pelanggan PLN mengeluhkan adanya lonjakan tagihan listrik.

Bahkan tagihan listrik tersebut ada yang meningkat sampai 100%.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tak segan-segan memberikan peringatan keras kepada PT PLN (Persero).

Peringatan itu akan meluncur apabila PLN melakukan pelanggaran atas melonjaknya tagihan listrik pelanggan yang dibayar pada Juni 2020 ini.

Soal Lonjakan Tagihan Rekening Listrik, DPRD Kalsel Panggil PLN UIW Kalselteng, Ini Masalahnya

Tagihan Listrik Anda Melonjak? Ini Cara Cek Konsumsi Listrik Pelanggan

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi akan melakukan investigasi atas meledaknya tagihan listrik pelangggan PT PLN.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya menerima pengaduan dari masyrakat terkait dengan lonjakan tagihan listrik.

Pengaduan tersebut dapat dikirimkan melalui alamat email pengaduanenergi@maritim.go.id. Setelah pengaduan diterima, Kemenko Maritim dan Investasi pun akan membentuk tim untuk melakukan investigasi hal ini.  

"Jadi kalau ada kasus seperti ini lapor saja ke sana, setelah jumlahnya cukup saya akan kirim tim untuk investigasi, double check apakah PLN yang bohong atau masyarakat yang bohong," ujarnya dia dalam video conference, Selasa (9/6).

Dia mengatakan, bila PLN terbukti melakukan pelanggaran, maka Kemenko Maritim dan Investasi akan memberikan peringatan keras agar PLN memperlakukan konsumen dengan baik.

Beberapa hari yang lalu, pelanggan PLN memang mengeluhkan adanya lonjakan tagihan listrik. Bahkan tagihan tersebut ada yang meningkat sampai 100%.

Sebelumnya PLN sudah menjelaskan lonajkan tagihan listrik tersebut disebabkan adanya peningkatan konsumsi listrik akibat kebijakan work from home (WFH) dan PSBB.

Akibat WFH dan PSBB juga, PLN memutuskan untuk menggunakan skema penghitungan tagihan listrik dari tagihan 3 bulan sebelumnya.

Adapun PLN juga mengatakan ada 4,3 juta pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan listrik di atas 20% pada Juni 2020.

Dari jumlah tersebut ada 2,4 juta pelanggan yang mengalami kenaikan listrik di atas 20% hingga 50% dan hanya 6% yang pelanggan yang mengalami kenaikan 200%.

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kemenko Maritim: Akan ada peringatan keras ke PLN jika terbukti melanggar

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved