Berita Banjarmasin
Terima Order Satu Minggu Pasca PSBB Banjarmasin, Driver Ojol ini Senang tapi Masih Waswas
Arbayah masih mengutamakan jaga jarak meskipun saat berkendara membawa penumpang
Penulis: Leni Wulandari | Editor: Eka Dinayanti
Editor:Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya Peraturan Menteri Perubungan (Permenhub) No. 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang membolehkan Ojol angkut penumpang dengan syarat tertentu turut dirasakan oleh driver Ojol sekaligus Ibu Rumah Tangga, Arbayah (34).
Dengan tetap memperhatikan physical distancing atau menjaga jarak aman, Arbayah masih mengutamakan jaga jarak meskipun saat berkendara membawa penumpang jasa ojek onlinenya.
"Iya. Tetap jaga jarak di motor," ucapnya pada banjarmasinpost.co.id, Senin (8/6/2020).
Dilonggarkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat Arbayah sedikit bernafas lega.
• Seberapa Kaya Sule Sebenarnya, Sempat Ngaku Dililit Utang Rp3,7 M pada Andre Taulany di Video Prank
• Mata Aurel Hermansyah Sembab Usai Konsultasi Psikolog, Kassandra Putra Sebut Hal Ini
• Syarat Penumpang Rute Domestik Lion Air yang Mulai Beroperasi Mulai 10 Juni 2020
Sebab sudah sudah satu minggu ini, ia kembali dapat menerima orderan jasa ojek onlinenya.
Meskipun, dari penuturannya, perbedaan pendapatannya menurun hingga 75 persen, berbeda saat sebelum adanya wabah Covid-19.
"Perbedaannya turun 75 persen," kata wanita yang beralamat di Jalan Meratus, Gang Samudera No. 17 RT 14, Banjarmasin Tengah.
Mulainya dibuka kembali jasa angkutan ojek online yang sudah sepekan ini, disyukuri oleh Arbayah.
Meskipun belum kembali normal seperti semula sebelum kedatangan wabah Covid-19.
Adanya kelonggaran bagi pengendara ojek online tersebut, untuk dapat kembali menerima pemesan jasa ojek online tersebut juga masih dicemaskan oleh Arbayah.
Di satu sisi ia dapat kembali memenuhi kebutuhan biaya hidupnya, namun di sisi lain ketakutan akan terjangkit wabah virus Corona juga membuatnya was-was saat membawa penumpang.
"Masih was-was. Karena virusnya tidak bisa terlihat dan kita tidak tahu siapa saja yang terjangkit virus itu," terangnya.
Dengan tetap menjaga jarak, ia berharap keadaan dapat normal kembali layaknya sebelum ada wabah virus Corona saat ini.
(banjarmasinpost.co.id/leniwulandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/20200608_arbayah_driver-ojol-arbayah-kiri2.jpg)