Ekonomi dan Bisnis

Tahun Ajaran Baru Sekolah, Pesanan Jahit Baju di Banjarmasin Malah Sepi, Merosot Hingga 90 Persen

Pesanan jasa jahit baju sekolah di Kota Banjarmasin masa ajaran baru sekolah tahun ini dikeluhkan jauh merosot dibanding tahun sebelumnya.

banjarmasinpost.co.id/Leni Wulandari
Pengusaha jasa jahit baju di Ramayana Pasar Sentra Antasari Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pesanan jasa jahit baju sekolah di Kota Banjarmasin pada tahun ajaran baru sekolah tahun ini dikeluhkan jauh merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Contohnya, dua pengusaha jahit baju di Kota Banjarmasin, Imran dan Noor Hadi, mengeluhkan minimnya pemesan jasa jahit baju.

Imran, penjahit baju di Pasar Pekauman Jalan Rantauan Darat, kelurahan Pekauman, kecamatan Banjarmasin Selatan, mengungkapkan penurunan pesanan jahit baju merosot hingga 90 persen.

"Jauh turunnya, sampai 90 persen," ungkapnya pada Rabu (10/6/2020).

Muay Thai Banyak Diminati Wanita, Ini Kata Pelatih dari Banjarmasin

Harga TBS Terjun Bebas, Kepala Disdag Kalsel Minta Pelaku Usaha Lebih Inovatif

Ujian Kenaikan Kelas Daring di SMPN 2 Banjarmasin, Kepsek Ungkap Kendala Ini

PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik pada Rekening Juni 2020, Hasil RDP dengan DPRD Kalsel

Sepinya pemesan jahit baju membuat Imran lebih banyak menutup usaha jasa jahit baju. Hanya buka toko beberapa kali dalam seminggu. Itupun menunggu pelanggan yang datang ingin dijahitkan baju.

Kondisi serupa juga dialami, Noor Hadi, penjahit di Ramayana Pasar Sentra Antasari, Jalan P Antasari, kecamatan Banjarmasin Tengah, kota Banjarmasin.

Mulai sebelum memasuki bulan Ramadhan 1441 H bulan lalu, sepinya pelanggan jasa jahit di tokonya sudah mulai dirasakan.

Pemesan pakaian sekolah memang ada, namun lebih banyak jenis kain seragam dari pihak sekolah. 

Untuk mengisi kekosongan kegiatan di tokonya, Noor Hadi berinisiatif membuat masker untuk dijual. Namun, hal itu tidak berpangaruh besar bagi pendapatannya sebagai pengusaha jasa jahit baju.

"Hanya mengisi waktu saja. Tidak banyak keuntungannya. Apalagi sekarang orang-orang tidak lagi memburu masker seperti awal mula adanya virus Corona," ungkapnya.

Penurunan pelanggan jahit baju miliknya, membuat Noor Hadi merumahkan beberapa karyawan yang membantunya saat ramai pesanan.

Saat ini Noor Hadi mengaku hanya mengandalkan tenaganya sendiri dalam beberapa waktu terakhir, sejak virus Corona turut mewabah di kota Banjarmasin.

(banjarmasinpost.co.id/leni wulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved