Berita Tanahlaut

VIDEO Gugus Tugas Covid Tala dan RTTC Sosialisasi New Normal dengan Kalangan Pendeta

Selama ini organisasi nirlaba itu intens menyalurkan sembako kepada masyarakat miskin dan yang terdampak covid-19.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Era baru tatanan kehidupan di tengah pandemi covid-19 yang tren disebut new normal kian intens digaungkan. Termasuk di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sosialisasi new normal di Tala bahkan tak cuma dilakukan pemerintah daerah maupun institusi vertikal seperti Polri dan TNI. Lebih dari itu juga dilakukan oleh elemen masyarakat, seperti yang dilaksanakan Relawan Tala Tanggap Covid-19 (RTTC).

Selama ini organisasi nirlaba itu intens menyalurkan sembako kepada masyarakat miskin dan yang terdampak covid-19. Juga membantu pemerintah daerah setempat menyuplai alat pelindung diri (APD) pada dua rumah sakit milik Pemkab Tala dan 19 puskesmas yang ada di daerah ini.

VIDEO Kabupaten HSU Bertambah 18 Orang Positif Covid-19, Begini Penjelasan Bupati HSU

VIDEO Perajin Nyiru Tuna Netra di Buluan Kabupaten HST

VIDEO Begini Kondisi Jalan Rusak di Tengah Kota Amuntai, Tidak Jauh dari Kantor Bupati HSU

Senin sore kemarin RTTC melakukan sosialisasi new normal kepada kalangan pendeta di Tala. Bertemapat di sekretariat RTTC di kawasan Jalan Pancasila, Pelaihari. Pesertanya sekitar belasan orang dan semuanya antusias.

Dihadiri ketua RTTC Muhammad Noor (Nurdin), sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber yakni Kooridinator Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penangananb (GTP2) Covid-19 Tala H Bambang Kusudarisman dan dari pihak Dinas Kesehatan Tala.

Kegiatan tersebut direspons positif kalangan masyarakat. Pasalnya istilah new normal masih asing bagi umumnya masyarakat. "Banyak yang beranggapan new normal itu sudah bisa kembali bebas beraktivitas seperti semula. Padahal kan tetap mesti jara jarak dan wajib pakai masker termasuk saat ke pasar," cetus Rakhmadi, warga Pelaihari, Rabu (10/6/2020).

Pekerja swasta ini berpendapat perlu digencarkan lagi sosialisasi new normal agar masyarakat segera mengetahui secara jelas. Menurutnya pemerintah bisa menggandeng sejumlah pihak seperti organisasi pemuda dan organisasi masyarakat untuk memasifkan sosialisasi kenormalan baru tersebut.

Bambang menuturkan menyongsong era new normal saat ini aktivitas memang mulai berdetak namun tetap harus memperhatikan protokol cegah tangkal covid-19. Termasuk dalam hal peribadatan yang telah mulai dilonggarkan seperti pelaksanaan salat Jumat.

Karena itu, di hadapan para pendeta di Tala pejabat teras Pemkab Tala tersebut mengatakan umat kristiani di Tala juga dipersilakan jika ingin mulai melaksanakan kegiatan peribadatan. Namun tetap dipersyaratkan memperhatikan protokol covid-19.

"Selama ibadah tetap mesti mengenakan masker dan menjaga jarak dan dicek suhu tubuh serta masuk tempat ibadah tak berkerumun. Bahkan umat Islam saat salat Jumat juga diwajibkan membawa kantong plastik untuk sandal masing-masing agar saat pulang tak berkerumun mengambil sandal," jelas Bambang.

Ketua RTTC Nurdin mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk membantu pemerintah daerah menyosialisasikan new nornal. "Tujuan kami membantu pemerintah daerah menyosialisasikan new normal seluas-luasnya kepada elemen warga Tala.

Pihaknya menyasar peribadatan mengingat saat ini pelaksanaan ibadah mulai diperkenankan oleh pemerintah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena itu kalangan jemaah perlu mendapat informasi yang memadai tentang teknis tatanan baru termasuk dalam hal pelaksanaan ibadah.

"Selanjutnya kami juga akan melalukan sosialisasi serupa pada umat beragama lainnya yang ada di Tala," tandas Nurdin.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved