Berita Hulu Sungai Tengah

VIDEO Perajin Nyiru Tuna Netra di Buluan Kabupaten HST

Perajin anyaman nyiru tuna netra dari Desa Buluan Kecamatan Pandawan Kabupaten HST mampu menebang bambu sampai menganyam dan menjualnya di pasar.

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,BARABAI - Suara bambu diserut, terdengar ketika memasuki rumah Mariah (55) di Desa Buluan RT 1,  Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Perempuan ini adalah perajin nyiru, dengan keterbatasan netra. Mata kirinya sudah tak lagi berfungsi. Sedangkan mata kanannya hanya melihat bayangan saja.  Sedangkan untuk melihat objek secara jelas, tak mampu.

Malah, perempuan ini juga mencari bambu ke hutan. Untuk mencapai hutan, biasanya diantar saudaranya.

Ketika di hutan pun, dia menebang bambu sendiri. Meski ada keterbatasan, tetapi tak putus semangat untuk bekerja.

Kabupaten HST Ketambahan 5 Orang Positif COVID-19

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Pengamanan Penyaluran BST Tahap Kedua untuk warga HST

Setiap hari, ia bergelut membuat nyiru, peralatan rumah tangga yang terbuat dari bambu berbentuk bulat.

Biasanya, nyiru digunakan untuk membersihkan debu dan antah beras. Sebagian juga menggunakan nyiru sebagai wadah meletakkan nasi tumpeng atau tempat meletakkan kerupuk atau ikan asin yang dijemur.

Bagaimana Mariah menyelesaikan nyiru dengan keterbatasan? Katanya, meraut dan menganyam hanya dengan meraba.

Membuat bingkai dari pelepah hanau dan mengikat anyaman ke bingkai, juga dengan meraba.

Tapi jangan salah, dia mampu menghasilkan nyiru yang cantik dan layak dijual di pasaran.

POSITIF Covid-19, Dua Tenaga Puskesmas Haruyan Kabupaten HST

Camat Batara Kabupaten HST Pastikan Tak Ada Penerima Bantuan Ganda

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved