Berita Batola

Kecewa dengan Kakunya Birokrasi BPJS, Bupati Batola Putuskan Kontrak Kerjasama

Keputusan ini diambil terkait kakunya birokrasi BPJS yang tidak memberikan kebijakan terhadap pengobatan balita Aliqa Azzahra.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Bupati Barito Kuala (Batola), Kalsel, Hj Noormiliyani, saat menyampaikan keputusan menghentikan kerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait kasus bayi jantung bocor, Rabu (10/6/2020). 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Mengaku kecewa, Bupati Baritokuala Hj Noormiliyani memutuskan menghentikan kontrak kerja sama Pemkab Batola dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Keputusan ini disampaikan pada konferensi pers yang digelar di Crisis Center Pemkab Baritokuala, Rabu (10/6).

Keputusan ini diambil terkait kakunya birokrasi BPJS yang tidak memberikan kebijakan terhadap pengobatan balita Aliqa Azzahra.

Untuk diketahui, Aliqa merupakan putri kedua dari pasangan Najir dan Nurhidayani, warga Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana, Batola.

Gara-gara Semua Tamu Ulang Tahun Dirapid Test, Momo Geisha Kembali Kena Nyinyir Netizen

Antara Ari Lasso dan Once, Ternyata Inilah Pilihan Ahmad Dhani

Pengakuan Nagita Slavina Soal Ayu Ting Ting Kembali Bikin Heboh, Raffi Ahmad Sampai Lakukan Hal Ini

Bayi mungil ini lahir secara normal pada 27 Februari 2020 dengan berat 3,7 kilogram.

Sebelas 11 hari setelah kelahirannya, kulit Aliqa membiru dan berat badannya menyusut.

Pertengahan Mei 2020, orangtuanya membawa Aliqa ke dokter spesialis anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Aliqa mengalami jantung bocor bawaan.

“Setelah itu kami rutin melakukan rawat jalan. Namun kondisinya tidak jauh membaik. Kami dianjurkan membawa ke rumah sakit khusus jantung,” kata Najir.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved