Breaking News:

Berita Batola

Kecewa dengan Kakunya Birokrasi BPJS, Bupati Batola Putuskan Kontrak Kerjasama

Keputusan ini diambil terkait kakunya birokrasi BPJS yang tidak memberikan kebijakan terhadap pengobatan balita Aliqa Azzahra.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Bupati Barito Kuala (Batola), Kalsel, Hj Noormiliyani, saat menyampaikan keputusan menghentikan kerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait kasus bayi jantung bocor, Rabu (10/6/2020). 

Oleh karena hanya bekerja sebagai mekanik bengkel sepeda motor, Najir kesulitan melaksanakan anjuran tersebut.

Teman-temannya sesama anggota komunitas motor di Batola pun melakukan penggalangan dana.

Hal ini terdengar oleh Bupati Hj Noormiliyani.

Dia pun mendesak kantor layanan BPJS di Marabahan untuk segera memverifikasi aplikasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD untuk keluarga Najir.

Lantaran harus melalui berbagai regulasi, cara itu tidak dapat ditempuh karena baru bisa disetujui setiap awal bulan.

Opsi lain pun diajukan, yaitu melalui jalur mandiri.

Ternyata alternatif ini juga terbentur regulasi BPJS yang mengharuskan menunggu hingga 14 hari untuk aktivasi nomor peserta.

Langkah terakhir yang diharapkan adalah melalui hitung mundur agar nomor kepesertaan bisa diaktifkan sebelum dirawat.

Namun lagi-lagi langkah itu menemui kebuntuan.

Dengan ketidaksediaan pihak BPJS memberikan keringanan terhadap balita yang cukup memprihatinkan ini, Hj Noormiliyani pun mengambil sikap memutus kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved