Breaking News:

Berita Batola

Kecewa dengan Kakunya Birokrasi BPJS, Bupati Batola Putuskan Kontrak Kerjasama

Keputusan ini diambil terkait kakunya birokrasi BPJS yang tidak memberikan kebijakan terhadap pengobatan balita Aliqa Azzahra.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Bupati Barito Kuala (Batola), Kalsel, Hj Noormiliyani, saat menyampaikan keputusan menghentikan kerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait kasus bayi jantung bocor, Rabu (10/6/2020). 

“Kami juga tidak menginginkan pemutusan ini terjadi, tetapi sudah sangat menyinggung kemanusiaan. Bahkan ini merupakan kali ketiga, masih saja tidak ada solusi, ya sudahlah kita bicara saja,” paparnya didampingi Wakil Bupati Rahmadian Noor dan sejumlah pejabat lainnya.

Penghentian kerja sama tersebut dianggap pilihan tepat guna menghindari pengulangan persoalan serupa di masa depan.

Ia juga menyampaikan, pengambilan keputusan inipun sudah melalui perundingan dan telah mendapat dukungan penuh dari Ketua dan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, saat bekunjung ke Batola.

Seiring pemutusan kerja sama sementara dengan BPJS Kesehatan, masyarakat tetap dilayani menggunakan sejumlah dana alternatif, seperti ketika Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) belum dihentikan pemerintah pusat.

Di sisi lain, pemutusan kerjasama tersebut tidak berkaitan dengan ASN di Batola.

Saat ini ada sekitar 33.000 masyarakat Batola yang terdaftar BPJS melalui penerima bantuan iuran (PBI).

Ia pun meyakinkan balita Aliqa akan tetap diperjuangkan kesembuhannya dengan kekuatan sendiri untuk pengobatan.

“Kami tinggal menyelesaikan teknis keberangkatan ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta,” tambah Noormiliyani.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Baritokuala, Rabiatul menyampaikan bahwa untuk pendaftaran peserta sebaiknya sebelum sakit.

BPJS Kesehatan memberikan kepastian pelayanan kesehatan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kartunya aktif.

“Kita tidak bisa mengakomodir aplikasi itu, itu dibuat bukan oleh BPJS. Sedangkan menentukan kebijakan bukan progresi perorangan atau daerah,” paparnya. (edisi cetak)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved