Sport

Sempat Cedera, Semangat Beatrichx Suguro di Atas Ring Tinju Makin Membara

Meski sempat mengalami cedera, semangat petinju putri Kalsel Beatrichx Suguro justru semakin membara

banjarmasinpost.co.id/leni wulandari
Atlet Tinju Beatrichx Suguro saat melakukan pemanasan bersama dengan Pelatih Simeon Tamelab di Pendopo Brimob Polda Kalsel. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kegarangan Beatrichx Suguro di atas ring tinju saat menghadapi lawan bukanlah isapan jempol belaka.

Kejuaraan yang pernah diikuti wanita asal Manado ini sudah tak terhitung lagi.

"Mulai pertama kali terjun ke dunia olahraga tinju itu ketika saya berusia sepuluh tahun," Kata Beatrichx Suguro kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sekarang, Beatrichx Suguro atau yang sering dipanggil Bea ini sudah berusia 26 tahun, itu artinya sudah 16 tahun dia menekuni olahraga tinju atau Boxing. Tentu saja sepak terjang Bea tidak diragukan lagi.

Sempat Tak Disetujui, Petinju Kalsel Beatrix Melaju Raih Berbagai Prestasi

KISAH Inspiratif, Mantan Petinju Olimpiade Athena 2004, Bonyx Sekarang Seorang Camat di Sulawesi

Petinju Debutan Kalsel di PON 2020, Prada Syarif Tak Sabar Adu Jotos

Sepak terjang Bea ini terbukti tidak lama setelah dia terjun kedunia Olahraga tinju.

Untuk pertama kalinya, dia mengikuti Kejuaraan Amphibi di Jakarta dan berhasil meraih medali emas, kemudian mengikuti Kejurnas Yout di jambi dan lagi-lagi berhasil meraih mendali emas.

Rupanya keberhasilan Bea dalam dua kejuaraan yang baru pertama kali dia ikuti, membawa dia akhirnya untuk di uji coba.

"Setelah Kejuaraan itu, saya di uji coba untuk naik ke tingkat senior. Waktu itu Bea langsung mengikuti Sarung Tinju Emas (STE) di Bali dan berhasil mendapatkan mendali emas. Usia Bea sekitar 13 tahun," ungkap Bea.

Setelah kejuaraan tersebut, perjalanan karir tinjunya terus meroket. Berbagai kejuaraan dan prestasi banyak diperolehnya.

Bea tidak memungkiri bahwa ia juga pernah mengalami cedera lutut, kejadian tersebut terjadi sekitar 2013 saat dia mengikuti tes Pelatnas di Kuba selama tiga bulan.

"Trening Centernya di Kuba, karena pelatihnya dari Kuba. Saat itulah saya mengalami cedera. Tapi cedera ini tidak jadi penghalang buat saya untuk tetap semangat," tegasnya.

Sukses Raih Perunggu, Dua Petinju Kalsel Ini Lolos ke PON Papua XX

Juara di Cina, Petinju Puteri Kalsel ini Serahkan Uang Bonus kepada sang Ibu

Baginya olahraga tinju adalah sesuatu yang istimewa, karena di mana menurut orang olahraga tinju itu olahraga yang keras dan hanya untuk laki-laki saja. Akan tetapi, sebenarnya perempuan juga bisa.

"Olahraga tinju itu seninya, susah gampang sich. Namun, kenapa saya bisa bertahan di tinju, itu karena saya mau mencoba membuktikan bahwa kita ini bukan orang yang lemah dan tentunya bisa banyak dapat teman baru dari berbagai daerah, baik dari provinsi maupun kabupaten lain." terangnya.

(banjarmasinpost.co.id/siti bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved