Berita Banjarbaru

Terjebak Lockdown 3 Bulan di Nepal, Pendaki Banjarmasin Bisa Pulang

Pendaki asal Banjarmasin Kalimantan Selatan Teddy Herianto sempat terjebak di Nepal selama 3 bulan akhirnya tiba kembali di kampung halaman.

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terjebak lockdown di Nepal selama 3 bulan, pendaki Teddy Herianto akhirnya bisa kembali ke Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Berhasil pulang ke Indonesia setelah menumpang pesawat yang dicarter beberapa warga negara Eropa menuju Doha Qatar untuk kemudian ke Amsterdam Belanda.

"Mengetahui ada pesawat yang dicarter orang Eropa, jadi bisa numpang," ujarnya saat ditemui Banjarmasinpost.co.id di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Rabu (10/6/2020).

Ia mengakui bisa pulang ke Banjarmasin berkat kiriman uang dari keluarganya. "Biaya tiket cukup mahal, dari Nepal sampai ke Indonesia kurang lebih Rp 38 juta. ini yang membuat banyak WNI gagal pulang," katanya.

Harus pula menjalani kewajiban tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di salah satu rumah sakit di Kathmandu, sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Air.

Dua Warga Banjarmasin Tertahan di Nepal karena Pandemi Covid-19, Begini Cerita Mereka

Warga Banjarmasin Terjebak di Nepal, Terkatung-katung dan Kehabisan Uang, Ibnu Sina Lakukan Ini

Cerita Kepulangan Warga Banjarmasin Terjebak di Nepal, Mba Ana Jadi Penyelamat

Ada yang Aneh dari Hasil Tes DNA Ariel NOAH, Ada Gen Tamil, Nepal, Bangladesh, Jepang hingga Yunani

Begini Cantiknya Miss Nepal Shrinkhala Khatiwada Saat Traveling, Netter Sebut Bidadari Surga

Juri pun Kagum, Tulisan Tangan Bocah 8 Tahun dari Nepal Ini Dianggap Tercantik di Dunia

Teddy mengaku, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangladesh pernah membantu dua kali biaya hidup selama di Nepal sebesar 10.000 rupee atau sekitar Rp 1.800.000 dan biaya hotel selama sebulan.

"Pulang ke Indonesia ini biaya sendiri. Saya pernah dibantu selama di Nepal sebanyak dua kali, masing-masing 5.000 rupee dan biaya hotel untuk bulan Juni sebesar 40.000 rupee," ungkapnya.

Teddy berharap, pemerintah memperhatikan pemulangan WNI yang masih terjebak di Nepal, salah satunya adalah teman kita dari Banjarmasin. 

"Masih ada satu teman yang belum bisa pulang karena terkendala biaya," tandasnya.

Ia mengatakan akan menjalani proses karantina mandiri di sebuah tempat di Banjarbaru.

Sementara itu, kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, dia menyampaikan banyak terima kasih atas perhatian kepada mereka selama di Nepal sampai tiba di Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/ Stanislaus Sene)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved