ODGJ di Tala Hidup dalam Kurungan

VIDEO ODGJ di Tala Puluhan Tahun Hidup dalam Kurungan Kayu

Dengan berat hati, ia mengurung sang adik di ruangan belakang rumahnya di sekitar dapur.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Untung dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa ini menyelubungi hidup dan kehidupan Nurminah.

Janda tua warga RT 6 Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ini menanggung beban hidup yang cukup berat.

Di tengah usianya yang beranjak senja, tenaga yang kian melemah dan kondisi ekonomi yang seret, ia juga masih harus mengurusi sang adik, Rafudin yang mengalami gangguan kejiwaan.

VIDEO DPRD Kalsel dan Dinas ESDM Periksa Lahan Tambang Direklamasi

VIDEO Kolam Ikan di Rukan Bhabinkamtibmas Desa Karangindah Tanbu Siap Panen

VIDEO Berwisata Sambil Belajar, Yuk ke Menara Pandang Banjarmasin

Tak mudah baginya merawat adik laki-lakinya yang kini berusia lebih 40 tahun tersebut. Apalagi untuk sekadar memenuhi kebutuhan harian pun nian berat terasa.

Maklum Nurminah hanya seorang petani kecil yang luasan garapan sawahnya tak seberapa. Guna mencukupi kebutuhan, ia nyambi menjadi perajin tas (bakul) purun yang hasilnya pun hanya seharga sepiring nasi ayam penyet.

Tak memungkinkan baginya untuk mengobatkan sang adik karena tak ada biaya. Dengan berat hati, ia mengurung sang adik di ruangan belakang rumahnya di sekitar dapur.

Di sudut kiri berukuran sekitar 2x1 meter, ia bikin kurungan permanen berbahan kayu galam. Bentuknya persis menyerupai penjara. Di tempat sempit itu lah sang adik menghabiskan hari demi hari.

"Beginilah keadaan kehidupan saya, beginilah keadaan adik saya," tutur lirih Nurminah, Kamis (11/6/2020).

(Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved