Travel

Aruh Adat Dayak Desa Labuhan saat Pandemi Covid-19, Hanya Undang Keluarga Terdekat

Warga Dayak Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan di Kabupaten HST, pantang memakai apalagi menjual hasil panen sebelum pelaksanaan aruh adat.

banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
MEMASAK LAMANG – Persiapan aruh adat di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan, warga memasak lamang 

Editor Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Musim panen padi sudah selesai namun bagi warga Dayak, pantang memakai apalagi menjual hasil panen sebelum pelaksanaan aruh adat.

Itulah budaya dan kepercayaan yang dijunjung oleh Warga Dayak di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan.

Meski di tengah pandemi Covid-19, warga Dayak mengupayakan melaksanakan aruh adat sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Kepala Lembaga Adat Dayak Desa Labuhan, Suan, mengatakan pelaksanaan aruh adat kali ini terbatas. Mengingat adanya pandemi covid-19. Suku Dayak Desa Labuhan yang biasanya melaksanakan aruh adat besar, kali ini aruh adat dilakukan secara sederhana.

BNN Gandeng KompasTV Untuk Gelar Konser Amal Bersama Slank, Peringati Hari Antinarkoba Internasional

Kredit Rumah Subsidi Difokuskan untuk Nasabah ASN, TNI Polri dan BUMN BUMD, Ini Syarat KPR BTN

Fakta Mencengangkan, Kasus Kematian Covid-19 di Banjarmasin Didominasi Usia Produktif

Diduga Terpapar dari Donatur, 14 Anak Panti Asuhan di Gambut Positif Covid-19, Begini Kondisi Mereka

“Biasanya kami membuat lamang (makanan terbuat dari ketan yang dimasak menggunakan bambu), bisa mencapai 400 hingga 500 bumbung (batang bambu). Kali ini hanya 150 bumbung. Beras yang biasanya mencapai 20 balek. Kini hanya empat balek saja,” katanya.

Menurutnya penting pelaksanaan aruh adat saat musim panen berakhir. Ia bersyukur meski tak dapat mengundang banyak warga adat lainnya, pihaknya dapat melaksanakan aruh adat bersama keluarga terdekat.

“Kami juga memperhatikan protokol. Yang memasak orangnya juga terbatas. Biasanya kami memasak dalam jumlah besar. Sekarang ya seadanya yang penting kami bisa mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa,” bebernya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved