Berita Tanahlaut

Jalanan Tergenang Akibat Rob, Begini Dampak Ekonomi yang Dialami Nelayan Pantaiharapan

Pantaiharapan merupakan kampung nelayan yang terletak di ujung di sisi Barat Kecamatan Bumimakmur.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BAHRUL MAJI UNTUK BPOST GROUP
Beginilah kondisi jalanan di Desa Pantaiharapan yang tergenang terluapi pasang besar air laut. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tergenangnya jalanan di Desa Pantaiharapan, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut (Tala), akibat pasang besar air laut (rob) secara langsung berdampak terhadap perekonomian warga setempat.

Pasalnya satu-satunya jalan utama menuju pasar terdekat saat ini tenggelam setinggi hingga lutut orang dewasa.

Pantaiharapan merupakan kampung nelayan yang terletak di ujung di sisi Barat Kecamatan Bumimakmur.

Pasar terdekat bagi warga setempat berada di Desa Sungairasau yang berjarak sekitar empat kilometer.

Tempat Natasha Wilona di Hati Verrell Bramasta Diungkap, Bagaimana dengan Febby Rastanty?

Erick Thohir Pangkas Jumlah Direksi Pertamina, Ahok Sebut Ini

Ledekan Zaskia dan Shireen Sungkar pada Irwansyah Gegara Video Jadul yang Diposting Raffi, Rambut?

Sedangkan pasar utama yakni di Kuraupasar berjarak sekitar sebelas kilometer yang juga melintasi Sungairasau.

Jalan utama menuju Pantaiharapan mulai dari ujung kampung Sungairasau hingga permukiman Pantaiharapan sejauh sekitar tiga kilometer saat ini terluapi air.

"Puncak pasang naik sekitar pukul 11.00 Wita dan jalanan kembali dapat dilintasi sore menjelang petang," ucap Amat, warga Pantaiharapan, Jumat (12/6/2020).

Kondisi itu secara langsung berdampak terhadap perekonomian warga setempat.

"Harga bahan pangan menjadi mahal dan sebaliknya harga jual tangkapan ikan jauh lebih murah dibanding di kampung lain," sebut Kepala Desa Pantaiharapan, Bahrul Maji.

Contohnya harga ikan Otek di Pantaiharapan hanya sekitar Rp 10 ribu per kilogram, sedangkan di desa tetangga di Desa Sungairasau Rp 14 ribu.

"Udang di kampung kami hanya Rp 28 ribu, sedangkan di depan sana (Sungairasau) Rp 30-35 ribu," beber Maji.

Begitu pula harga jual gabah yang hanya sekitar Rp 50 ribu per blek.
Padahal di desa tetangga mencapai Rp 57-58 ribu.

Meski sebagian besar berprofesi nelayan, namun beberapa warga Pantaiharapan juga menggarap sawah.

"Itu semua ya karena dampak susahnya akses jalan menuju kampung kami. Apalagi seperti sekarang jalanan tenggelam sehingga ongkos transportasi jadi mahal sehingga harga jual menjadi rendah," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved