Kredit Rumah Subsidi

Kredit Rumah Subsidi Difokuskan untuk Nasabah ASN, TNI Polri dan BUMN BUMD, Ini Syarat KPR BTN

BTN sementara ini hanya fokus memproses pengajuan KPR rumah subsidi nasabah dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI Polri dan BUMN BUMD.

istimewa
Proses pembangunan salah satu rumah subsidi di Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank BTN sementara ini di masa pandemi Covid-19 hanya fokus memproses pengajuan KPR rumah bersubsidi nasabah dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan BUMN/BUMD.

Branch Manager BTN Banjarmasin, Cahya Pribadi Putra menjelaskan, secara proses pengajuan tidak berbeda jauh dari sebelumnya.

"Sedangkan untuk karyawan swasta kami akan lebih selektif, yakni melakukan seleksi berdasarkan jenis pekerjaan calon debitur apakah terdampak Covid-19 atau tidak," ujarnya.

Ditambahkannya, kriteria analisis KPR saat ini memperhatikan kemampuan bayar angsuran debitur dan kelanjutan pinjaman sehubungan dengan Covid-19.

Perbankan bersama developer di Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih untuk semakin selektif dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) di tengah pandemi Covid-19.

Fakta Mencengangkan, Kasus Kematian Covid-19 di Banjarmasin Didominasi Usia Produktif

Diduga Terpapar dari Donatur, 14 Anak Panti Asuhan di Gambut Positif Covid-19, Begini Kondisi Mereka

Belum Izinkan Majelis Taklim, Ibnu Sina Dihubungi Tuan Guru di Banjarmasin Ditanya Tentang ini

Peserta CPNS di Banjarbaru Diminta Bersabar, 517 Peserta Lulus Ke Tahap SKB

Melalui meeting secara daring, DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), DPD Apersi Kalsel, Direksi BTN, dan Kepala Divisi BTN Syariah dan jajaran BTN Syariah Banjarmasin menyimpulkan berbagai poin penting dalam hal pemasaran KPR saat ini.

"Bagi calon debitur yang berstatus karyawan swasta maupun wiraswasta, tetap bisa untuk di proses pengajuan kreditnya, asalkan perusahaan tempat bekerja dan juga usaha bagi yang wiraswasta tidak terdampak Covid-19," jelas Ketua Bidang Perizinan dan Pertanahan Apersi Kalsel, M Fikri kepada Banjarmasinpost.co.id.

Hal itu dilakukan sebagai mitigasi risiko di tengah meningkatnya potensi orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi tersebut.

Fikri menambahkan, developer secara umum tetap memasarkan perumahan namun tidak secara berlebihan mengingat banyak masyarakat yang terdampak.

"Saat ini secara nasional kuota subsidi selisih bunga (SSB) yang diberikan BTN sebanyak 134.000 unit dan subsidi selisih margin (SSM) sebanyak 20.000 diberikan BTN Syariah," urainya.

Jago Merah Mengamuk di Jaro Kabupaten Tabalong, Enam Bangunan Ludes Terbakar

Pasti Seru, Digelar Kejuaraan Karate Virtual Lemkari Banjar Paman Birin Cup Open se Kalimantan 2020

Perekaman KTP Elektronik di Banjarbaru Kembali Dibuka, Pemohon Wajib Terapkan Ini

Realisasi penjualan KPR oleh anggota Apersi Kalsel hingga Mei 2020 mencapai 3.000 unit dari target sepanjang 2020 sebanyak 15.000 unit.

Ia pun tidak menampik bakal susah untuk mencapai target tersebut, lantaran Kalsel saat ini berstatus zona merah yang mana banyak masyarakat terdampak secara langsung maupun tidak imbas dari pandemi Covid-19.

"Di tengah situasi sulit saat ini kami tidak muluk-muluk, 50 persen saja dari target sudah cukup bagus " tukasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved