Breaking News:

Kisah Inspiratif

Produksi Jamu Kekinian di Tengah Pandemi, Yunika Pasarkan 25 Botol Per Hari

Produk jamu kekinian di antaranya diproduksi oleh Yunika yang berlokasi di kediamannya di Jalan Mahligai Km 7.

BPost cetak
Pebisnis jamu modern Yunika 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PANDEMI Covid-19 di Indonesia, membuat permintaan jamu tradisional melambung.

Jamu diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Jamu tradisional sendiri lekat dengan ciri khas jamu gendong atau keliling.

Penjual jamu zaman dulu mendatangi konsumen ke rumah-rumah.

Namun kini pedagang jamu memanfaatkan peluang bisnis jamu tradisional secara praktis sesuai perkembangan zaman.

Ganjalan Pernikahan Aurel dan Atta Halilintar Diungkap, Putri Krisdayanti Sempat Rencana Tahun Ini

Dongeng Pagi Kak Aio tentang Cerita Si Kancil, Soal Belajar dari Rumah TVRI SD Kelas 1-3

Benarkah Gaji Ke-13 PNS, TNI dan Polri serta Pensiunan Segera Cair? Pemerintah Pastikan Ini

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Banjarmasin dan sekitarnya sudah banyak menjual jamu kemasan modern seiring kian bertambahnya kasus pandemi Covid-19 yang ada di Banjarmasin.

Produk jamu kekinian di antaranya diproduksi oleh Yunika yang berlokasi di kediamannya di Jalan Mahligai Km 7.

Melalui brand Dapoer Macan, ia memproduksi jamu tradisional kemasan modern sejak 2018 lalu.

“Melihat perkembangan tren masyarakat modern yang ingin serba praktis. Tercetuslah ide membuat jamu, akhirnya memilih produk jamu siap minum dalam kemasan botolan sebagai inovasi produk Dapoer Macan,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved