Breaking News:

Kisah Inspiratif

Produksi Jamu Kekinian di Tengah Pandemi, Yunika Pasarkan 25 Botol Per Hari

Produk jamu kekinian di antaranya diproduksi oleh Yunika yang berlokasi di kediamannya di Jalan Mahligai Km 7.

BPost cetak
Pebisnis jamu modern Yunika 

Menggunakan desain botol unik yang menyita perhatian, ia menjual dua jenis ukuran jamu yakni botol ukuran 350 ml seharga Rp 8.000 dan ukuran 600 ml dipatok Rp 15.000 per botol.

Varian rasa yang tersedia kunyit asam, beras kencur dan wedang jahe.
Ada ramuan tambahan yang bisa dikombinasikan dengan tiga varian rasa tersebut yakni sirih, manjakani, pinang, dan campuran ketiganya dengan kisaran tambahan harga Rp 3.000-10.000.

Sejak kemunculan Covid-19 di Indonesia, diakuinya terjadi peningkatan pembeli terlebih saat ada pemberitaan rempah-rempat meliputi jahe, kunyit, temulawak diklaim bisa menangkal Covid-19.

Peningkatan sebanyak 20-30 persen.

“Paling banyak dibeli jamu kunyit asem kombinasi sirih, varian ini bisa di minum dari remaja hingga dewasa. Konsumen minta dibuatkan varian baru yaitu jamu kunyit kombinasi temulawak,” kata dia.

Kalangan konsumen yang membeli jamunya didominasi ibu rumah tangga (IRT) namun tidak sedikit pula para remaja meliputi pelajar dan mahasiswa.

Yunika menyebutkan, jamu tersebut dalam pekan ini terjual 15-25 botol per hari.

Rata-rata laku terjual 300-500 botol dalam sebulan.

Dari hasil bisnis jamu ini ia meraup omzet Rp 2.400.000-10.000.000 per bulan. (edisi cetak)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved