Aruh Adat Dayak Desa Labuhan

Bunga Tahun Wajib Ada Saat Aruh Adat di Desa Labuhan HST

Warga Dayak Desa Labuhan percaya jika bunga tahun ini mekar artinya ritual aruh adat harus dilaksanakan.

capture video
bunga tahun berwarna merah wajib ada sebagai sesajen saat aruh adat. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Selain sesajen atau persembahan dalam aruh adat di Desa Labuhan, bunga tahun wajib ada dalam acara sakral ini.

Bunga tahun merupakan bunga tahunan di Pegunungan Meratus.

Bunga ini hanya berbunga setahun sekali.

Warga Dayak Desa Labuhan percaya jika bunga tahun ini mekar artinya ritual aruh adat harus dilaksanakan.

Objek Wisata Candi Agung Amuntai Kembali Dibuka, Pengunjung Tetap Sepi, Pendapatan Retribusi Merosot

Ayo, Berwisata ke Menara Pandang di Pusat Kota Banjarmasin

Kepala Lembaga Adat Dayak Desa Labuhan, Suan, mengatakan bunga ini wajib ada sebagai sesajen saat aruh adat.

Bunga berwarna merah ini, dapat ditemui di pegunungan meratus.

"Bunga ini harus ada. Selain sesajen makanan. Bunga ini wajib. Memang dari leluhur kami menggunakan bunga ini," katanya.

Saat aruh adat, di Labuhan juga tak mengenal persembahan babi dan anjing. Bahkan, saat aruh yang diperbolehkan sapi, rusa, kerbau, dan kambing.

"Babi memang tidak ada sebagi persembahan. Namun, kalau dimakan boleh saja," bebernya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved