Breaking News:

Berita Hulu Sungai Tengah

Pura HIndu Pertama di Kabupaten HST, Begini Penampakannya

Pura Agung Datu Magintir di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan adalah pura umat Hindu yang pertama dibangun di Kabupaten HST, Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID/EKA PERTIWI
Umat Hindu saat sembahyang di Pura Agung Datu Magintir, Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provingi Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Pura pertama HIndu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), mulai dibangun pada tahun 2018.

Dua tahun berjalan, bangunan pura pun mulai terlihat meski masih jauh dari kata rampung.

Pura pertama ini diberi nama Pura Agung Datu Magintir di Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan. Panjang 75 meter dan lebar 22 meter.

Ketua Persada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten HST, Irpani, menceritakan Agama Hindu masuk ke Labuhan pada tahun 1987 yang dibawa Nyoman Gede Yastina.

Kemudian, masyarakat Desa Labuhan menyambut baik tujuan untuk berintegrasi dari aliran Kepercayaan Kaharingan ke Agama Hindu.

Dewan Soroti Pembangunan Gedung di HST, Berlangsung di Tengah Pandemi

Penularan Positif Covid-19 di HST ini Misterius, Bukan dari Transmisi Lokal maupun Keluarga

Anggota Polwan HST Berparas Manis Ini Suka Kegiatan Menantang

Panen Selesai, Warga Dayak di Labuhan HST Lalukan Aruh Adat Tanda Syukur dan Tolak Bala

Ustadz dan Marbot Masjid di Batang Alai Selatan Dapat Bantuan Beras Pemkab HST, Ini Harapan Bupati

Lima Karung Beras dari Kapolri Dibagikan di Kampung Melayu HST

Menurutnya, alasan masyarakat Labuhan memilih agama Hindu adalah untuk mempertahankan kebudayaan yang ada dari kepercayaan terdahulu agar berdampingan dengan aliran kepercayaan Kaharingan secara turun temurun dari para leluhur.

Apalagi, adanya ritual ritual aruh adat, memperkuat iman dan rohani.

"Lahan diberi oleh warga. Begitu juga dengan anggaran pembangunan merupakan bantuan dari umat Hindu Nusantara," bebernya.

Meski belum rampung, ia berharap Pura Agung Datu Magintir dapat selesai sehingga menjadi wadah berkumpulnya umat Hindu se Kabupaten HST.

Tercatat, ada 7.000 umat Hindu di Kabupaten HST dengan jumlah umat Hindu di Labuhan sebanyak 600 orang.

"Pemberian nama Datu Magintir di Pura sebagai simbol penghormatan leluhur kami yang menemukan Desa Labuhan," bebernya.

Ketua Pembangunan Pura Agung Datu Magintir, Rusdiwansyah, mengatakan, sudah dibangun pura dari swadaya umat Hindu.

Bahkan, lahannya merupakan bantuan dari masyarakat di sana. "Pura ini dua tahun dibangun," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved