Wabah Corona di Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: Tambah 66 Positif, Terbanyak dari Tiga Derah Ini

Data GPTT Kalsel positif Covid-19 bertambah 66 orang terbanyak dari Batola 24 orang, Banjarmasin 15 dan Banjarbaru 13 orang serta daerah lainnya.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Pekembangan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Senin (15/6/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Total kasus positif hari ini, Senin (15/6/2020),  mencapai 1.953 kasus, 1.569 kasus di antaranya sedang dirawat di RS, melakukan isolasi mandiri serta menjalani karantina khusus.

Hari ini ada, penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 66 orang.

Dilansir dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, yakni penambahan 66 kasus baru positif.

Terbanyak dari tiga daerah, yaitu Kabupaten Barito Kuala (Batola) 24 orang, Kota Banjarmasin 15 orang dan Kota Banjarbaru 13 orang.

Sisanya, berasal dari Kabupaten Tanahlaut 2 orang . Kabupaten Banjar 9 orang dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) 3 orang.

UPDATE Covid-19 Hari Ini, Tambah 1.106 Kasus, Jatim, Sulsel & Kalsel Mendominasi

Pasien Covid-19 sembuh sebanyak 20 orang berasal dari Karantina Khusus Ambulung Banjarbaru 13 orang , Karantina Khusus Bapelkes Banjarbaru 1 orang. Kabupaten Kotabaru 3 orang, Kabupaten HST 2 orang dan Karantina Khusus Balai Diklat BPSDM Banjarbaru 1 orang.

Pasien Covid-19 meninggal sebanyak 3 orang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 1 orang (meninggal tanggal 10 Juni) dan Kota Banjarmasin 2 orang (meninggal tanggal 27 dan 29 Mei).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, H Muslim, menjelaskan. temuan kasus positif sebanyak 66 kasus.

Penambahan kasus didominasi hasil temuan kegiatan surveilance epidemiologi tracing.

"7 di antaranya peningkatan PDP ke postif dan sisanya 59 lainnya merupakan hasil tracing perugas di lapangan," kata dia.

Sementara itu, Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel,  Abdul Haris, sebelumnya mengatakan strategi yang dilakukan untuk memutus mata rantai penularan adalah dengan memasifkan kegiatan 3T (tracking, tracing, testing) oleh tim surveilans epidemiologi.

“Jadi, lonjakan kasus karena imbas dari kegiatan masif 3T agar terduga positif yang masih diluar dapat ditangani lebih cepat guna mencegah penularan lebih luas,” kata Haris.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved