Breaking News:

BPost Cetak

Tak Hadir Lagi, Istri Nurhadi Hattrick Mangkir Pemeriksaan KPK

Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, kembali mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

NET
Nurhadi, Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (Sekjen MA) 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, kembali mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan hari kemarin, ia sudah tiga kali mangkir sebagai saksi atas kasus yang melibatkan suaminya, Nurhadi.

Pada Senin (15/6), harusnya Tin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016.

“Tidak datang karena sakit,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Sudah Terima Rp 123.938.500, Kok Gaji Pimpinan KPK Mau Dinaikkan Lagi!

KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA, Sembunyi di Rumah Rp 30 M

Sosok Perempuan Misterius Memelas Ditolak Petugas Rutan KPK Di Momen Idul Fitri 1441 H

Itu berarti Tin tercatat sudah hattrick alias tiga kali mangkir dari panggilan penyidik KPK. Pertama pada 11 Februari 2020. Lalu kedua pada 24 Februari 2020. Dan ketiga, Senin 15 Juni 2020.

Ali mengatakan, KPK bakal menjadwal ulang pemeriksaan Tin Senin (22/6) pekan depan. Selain Tin, ada dua saksi lain yang tidak hadir. Keduanya adalah buruh harian lepas atas nama Hamaji dan seorang PNS bernama Royani.

Sementara yang hadir, tiga saksi yaitu Pemimpin Pondok Pesantren Darul Sulthon Al Husaini, Sofyan Rosada; Pejabat Pembuat Akta Tanah, Herlinawati; dan Andrew, seorang karyawan swasta.

Tin Zuraida sebelumnya turut diamankan ketika KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, di Simprug, Jaksel, Senin (1/6) malam. Tin diamankan dan diperiksa sebagai saksi. Sebab, dia sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik antirasuah.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi bersama Hiendra, juga menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar, terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.

Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010. Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun, Hiendra hingga kini belum juga tertangkap.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiyono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar.

THR Rp 27 Juta Bawa Petaka, Pejabat Kemendikbud Kena OTT KPK, Nadiem Makarim Sebut Ini

2 Tersangka Kasus Suap Lapas Sukamiskin Ditahan KPK Di Tengah Pandemi Covid-19

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (ilham/tribunnetwork/cep)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved