Breaking News:

Salat Jumat di Masa Pandemi Covid 19

Dinilai Tak Cocok Diterapkan di Kalsel, DMI Bagi Salat Jumat Dua Gelombang

Menurut Irhamsyah, Kalsel memiliki banyak masjid, ukurannya pun luas. Bahkan banyak yang bertingkat dua.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Jamaah Salat Jumat di Masjid Al Akbar menjaga jarak sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku untuk menggelar ibadah berjamaah di tengah pandemi Covid 19 

Salat Jumat gelombang pertama dilaksanakan pada pukul 12.00 dan gelombang kedua pada pukul 13.00.

Untuk pembagian jemaahnya, DMI menyarankan dilakukan berdasarkan angka terakhir nomor ponsel jemaah berkategori ganjil atau genap.

Teknisnya, apabila Jumat bertepatan dengan tanggal ganjil, maka jemaah yang memiliki nomor ponsel berakhiran ganjil melaksanakan salat Jumat gelombang pertama.

Sedangkan jemaah yang memiliki nomor berakhiran genap, mendapat kesempatan pada gelombang kedua, begitu pula sebaliknya.

Edaran tersebut juga mengatur pelaksanaan salat Jumat di kantor atau gedung bertingkat.

Dalam surat tersebut, DMI mengatakan bahwa salat Jumat dapat dilaksanakan berdasarkan pengaturan lantai.

“Contoh gedung bertingkat 20 lantai, maka gelombang pertama adalah lantai 1-10 dan gelombang kedua adalah lantai 11-20.

Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni, mengatakan, latar belakang dikeluarkannya edaran itu berdasarkan pengamatan dan evaluasi dua kali salat Jumat yang dilakukan di masjid-masjid kota besar, khususnya Jakarta.

Dari fakta lapangan, DMI menemukan fakta bahwa dengan adanya ketentuan jaga jarak 1 meter antar jamaah, berimbas pada penurunan daya tampung masjid.

Karena adanya jaga jarak, banyak anggota jemaah yang salat di halaman masjid hingga ke jalan raya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved