Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

POSITIF Covid-19 Tembus 1.000, Begini Penjelasan Kadinkes Banjarmasin

Kasus positif di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, tembus 1.009 dikarenakan upaya pelacakan intensif yang dilakukan petugas puskesmas dan dinkes.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Juru bicara GTPP Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalsel, Machli Riyadi. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin masih menjadi yang tertinggi di , Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) hingga hari ini, Kamis (18/6/2020).

Bahkan kasus Covid-19 di Banjarmasin saat ini sudah menembus angka 1.000.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, tercatat ada 118 kasus baru atau yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah keseluruhan adalah 2.326 orang se Kalsel.

Dan dari 118 orang yang terkonfirmasi positif hari ini, 24 di antaranya terjadi di Kota Banjarmasin. Membuat jumlah kasus Covid-19 di Banjarmasin bertambah, total 1.009 orang.

Dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, membenarkannya.

"Iya, Banjarmasin sampai hari ini sudah menembus angka 1.000," katanya.

UPDATE Covid-19 Kalsel: 118 Positif, Terbanyak dari Tiga Daerah Ini

UPDATE Covid-19 Indonesia : Bertambah 1.331 Pasien Positif, Total Ada 42.762 Kasus Virus Corona

Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah Berbagi Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Dua Lansia HSS Sembuh dari Covid-19, Kepulangannya Dilepas Bupati Achmad Fikry

Limbah Covid-19 Selama Dua Bulan di Kota Banjarbaru Sebanyak 305,45 Kg

Pasien Dinyatakan Sembuh Kembali Terjangkit Covid-19, Jadi Kasus Pertama di Kaltim

Machli membeberkan tajamnya peningkatan kurva di Banjarmasin ini, juga berkaitan dengan kegiatan tracking yang sebelumnya dilakukan semua Puskesmas dan dilanjutkan dengan kegiatan swab massal yang dilakukan Dinkes Banjarmasin.

"Penambahan ini adalah hasil dari swab massal yang kita lakukan pada hari Sabtu yang lalu dan ini masih dari hasil treking yang kita lakukan karena Banjarmasin sudah transmisi lokal sehingga tidak ada lagi cluster-clusteran," jelasnya.

Machli menambahkan memang berkembangnya kasus Covid-19 di Banjarmasin ini awalnya dari klaster Gowa.

"Awalnya memang berasal dari klaster Gowa, terus berkembang sehingga menjadi beberapa klaster yang sekarang sudah menjadi transmisi lokal," kata lelaki yang juga merupakan juru bicara GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin ini.

Machli pun menerangkan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan dengan melonjaknya angka kasus Covid-19 ini adalah dengan memperkuat lini berskala kecil.

"Kita wajib memperkuat pertahanan di lini skala kecil, yakni pada tingkat RT harus terbangun kampung-kampung tangguh agar RT dengan semua perangkatnya memiliki kepedulian tingkat tinggi dengan menjaga lingkungan sekitarnya. Dan jurus yang selanjutnya adalah Edukasi Tanpa Henti (ETH) dari Dinas Kesehatan, serta Disiplin Hidup Sehat (DHS) di masa pandemi Covid-19," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved