Wabah Corona di Kalsel

BBTKLP Banjarbaru Kewalahan Tes Spesimen, 3 .500 Sampel Masih Antre

BBTKLP Banjarbaru Kewalahan Uji Spesimen yang masuk. Hingga kini, pemeriksaan sampel terduga covid-19 masih 3500 antrean

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS
Ilustrasi-Petugas medis sedang melakukan tes swab massal di Dinkes Banjarmasin. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masifnya tracking dan tracing yang dilakukan pemerintah untuk menemukan kasus baru membuat Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit ( BBTKLPP) Banjarbaru kewalahan melakukan pemeriksaan spesien.

Kepala BTKLPP Banjarbaru Slamet Mulsiswanto mengatakan, banyaknya sampel yang mereka terima membuat antrean semakin banyak.

Di mana, hingga Kamis (18/6/2020) masih ada sekitar 3.500 belum diperiksa.

"Akhir-akhir ini sampel yang kami Terima sangat banyak. Bahkan, sehari ada yang sampai 900 lebih," katanya.

Penegasan Badan POM Sikapi Klaim Dexamethasone Mampu Cegah Virus Corona atau Covid-19

Update Covid-19 Kalsel : Tambahan Positif Corona 66 orang, Lebih Separuh dari Balangan

UPDATE Covid-19 Indonesia Jumat 19 Juni: Akhirnya Tembus 20.000 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Wow! Alat Deteksi Virus Corona Ini Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

Padahal, dia menyampaikan, BTKLPP Banjarbaru sudah menambah satu alat PCR (polymerase chain reaction). Namun, tetap saja masih banyak sampel yang antre.

"Kami baru saja menambah PCR RT Biorad CFX 96 dari refocusing DIPA BBTKLPP," urainya.

Dengan tambahan tersebut, laboratorium di Jalan Mistar Cokro Kusumo, Banjarbaru ini sekarang memiliki tiga PCR.

Slamet menyampaikan, dengan tiga alat itu mereka rata-rata bisa memeriksa 500 sampel per hari.

Bagaimana penanganan di Banjarbaru? Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza menyampaikan, sampel dari Banjarbaru selama ini selalu mengendap di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit ( BBTKLPP) Banjarbaru hingga sepekan lebih.

"Kalau hasil konfirmasi lambat diketahui, maka dapat memperlambat upaya tracking dan tracing kita," ujarnya.

Selain itu, Riza menuturkan, lambatnya hasil swab diketahui juga berdampak kepada pasien dalam perawatan yang meninggal dunia.

"Sebab, untuk penanganan jenazahnya harus dengan protokol Covid-19. Sementara pasien belum ada kepastian, positif atau tidaknya," runutnya.

Gugus Tugas Harapkan BBTKLPP Bisa Segera Periksa Swab Spesimen Covid-19, Lengkapi Komponen Ini

Lalu, apakah Pemko Banjarbaru ada berencana melakukan pengadaan alat PCR sendiri supaya bisa mempercepat memeriksa sampel? Dia menyampaikan bahwa Dinkes Banjarbaru belum bisa mengadakan PCR, lantaran tidak mempunyai UPT Labkesda.

"Perlu waktu untuk bisa mengelola atau mengadakan PCR," urainya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved