Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Bidik Peluang IA-CEPA, Pemprov Kalsel Gaet Investor Australia, Kerja Sama Sektor Ini yang Ditawarkan

Pemprov Kalsel terus menggaet investor luar terutama Australia. Potensi kerja sama yang ditawarkan sektor tambang, perdagangan, flywood dan furniture.

ESDM.go.id
(Ilustrasi) Tambang batu bara. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemprov Kalsel terus mengotimalkan langkah menggaet investor luar terutama Australia. Potensi kerja sama yang ditawarkan sektor tambang, perdagangan, flywood, dan furniture.

Seperti kemarin, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel menggelar zoom meeting dengan pihak Australia.

Dalam zoom meeting bertajuk "Memanfaatkan Peluang Trade, Tourism, and Investment (TTI) Australia di Era New Normal dan Implementasi IA-CEPA" tersebut menghadirkan Keynote Speaker, HE Heru Hartanto Subolo (Konsul Jendral Sydney), Narasumber, Henry Rombe (Kepala IIPC Sydney), dan Narasumber, Ayu Siti Maryam (Kepala IITPC Sydney).

Kepala DPMPTSP Kalsel, Ir Nafarin, mengatakan, Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) adalah kerja sama antara dua negara pada sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Seorang Tenaga Bidang IT Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Diskominfo Kalsel Jalani Rapid Test

Jadwal Liga 1 & Liga 2 2020 Mulai September - Oktober, PSSI Siapkan Regulasi

PSBB di Kapuas Diperpanjang, Diberlakukan untuk 7 Kecamatan, Ini Kecamatan yang Masuk PSBB Tahap II

Uni Emirat Arab Siap Kerja Sama, Eks PLG Kalteng Seluas 164.598 Ha Dijadikan Food Estate

"Tahap pertama kerjasama Indonesia Australia berlaku pada 5 Juli mendatang. Peluang investasi yang bisa ditawarkan adalah sektor tambang, perdagangan, flywood, dan furniture. Kami juga akan menawarkan investasi sektor peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, jasa lainnya, energi, dan kesehatan. Sektor energi kita punya PLTA yang siap bangun. Menurut informasi yang kami dapat ada 17 sektor investasi dari Australia yang akan masuk Indonesia," Urai Nafarin.

Dikatakan Nafarin peluang investasi dari Australia cukup besar, sehingga coba dimanfaatkan agar masuk ke Kalsel.

Masih dijelaskan Nafarin, di Indonesia investasi yang berasal dari Australia masuk 10 besar, sedangkan di Kalsel Australia termasuk penanam modal tertinggi dengan nilai saat ini Rp11,180 miliar.

"Promosi online ini merupakan terobosan baru, sebelumnya hanya melalui forum-forum," kata dia.

Ke depan, sambung Nafarin, pihaknya akan menindak lanjuti agar bisa difasilitasi khusus pertemuan dengan Kalsel saja. "Kalau yang sekarang kan pertemuannya dengan pemerintah di seluruh Indonesia. Kerjasama ini intinya peluang bagus untuk investasi. Mudah-mudahan dari 17 sektor ada yang masuk ke Kalsel," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved