Kisruh BPJS dan Pemkab Batola

Kisah Aliqa yang Mengusik Naluri Keibuan Bupati Perempuan Pertama di Kalsel

Sebelas hari setelah kelahirannya, kulit Aliqa membiru dan berat badannya menyusut dan berdasarkan hasil pemeriksaan Aliqa mengalami jantung bocor

banjarmasinpost.co.id/m tabri
Bupati Batola Hj Normiliyani kekeh meminta BPJS memangkas birokrasi untuk kasus urgen. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Diketahui, pemutusan kerja sama berawal dari BPJS Kesehatan yang tidak memberikan kebijakan terhadap pengobatan balita Aliqa Azzahra putri kedua dari pasangan Najir dan Nurhidayani, warga Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana, Batola.

Bayi mungil ini lahir secara normal pada 27 Februari 2020.

Sebelas hari setelah kelahirannya, kulit Aliqa membiru dan berat badannya menyusut dan berdasarkan hasil pemeriksaan Aliqa mengalami jantung bocor bawaan.

Kisruh BPJS-Pemkab Batola, Bupati Hj Noormiliyani Kukuh dengan Tuntutan ini

Cara Mudah Belajar dari Rumah TVRI Online, Klik 4 Link Ini, Ada Sahabat Pelangi: Guruku Tersayang

Heboh Uang Koin Kelapa Sawit Rp 1000, Ini Sejarah Lengkapnya dari Bank Indonesia

Karena hanya bekerja sebagai mekanik bengkel sepeda motor, Najir kesulitan melaksanakan anjuran tersebut.

Hal ini terdengar oleh Bupati Hj Noormiliyani yang kemudian mendesak kantor layanan BPJS di Marabahan untuk segera memverifikasi aplikasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD untuk keluarga Najir.

Lantaran harus melalui berbagai regulasi, cara itu tidak dapat ditempuh karena baru bisa disetujui setiap awal bulan.

Opsi lain pun diajukan, yaitu melalui jalur mandiri. Ternyata alternatif ini juga terbentur regulasi BPJS yang mengharuskan menunggu hingga 14 hari untuk aktivasi nomor peserta. (edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved