Wabah Virus Corona

Kenali Gejala Palsu Covid-19, Salah Satunya Akibat Cemas Berlebihan pada Virus Corona

Masyarakat perlu mengenali Gejala Palsu Virus Corona, yang salah satunya bisa muncul karena kecemasan berlebihan pada Covid-19.

HUMAS PEMKAB BALANGAN
ASN Pemkab Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti rapid test massal untuk pencegahan dini penyebaran Covid-19 beberapa waktu lalu. 

EDITOR : Rahmadhani

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masyarakat perlu mengenali Gejala Palsu Virus Corona, yang salah satunya bisa muncul karena kecemasan berlebihan pada Covid-19.

Pandemi Virus Corona atau Covid-19 membuat banyak orang was-was, cemas, khawatir jika terjangkit Virus Corona. Kecemasan yang berlebihan bisa mempengaruhi daya tahan tubuh.

Tubuh yang semula baik-baik saja menjadi lebih rentan masuknya virus, termasuk corona atau Covid-19, padahal sangat mungkin itu adalah Gejala Palsu Virus Corona.   

Dokter dari Divisi Psikosomatik dan Paliatif Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Rudi Putranto, Minggu (21/6) mengatakan,masyarakat ada baiknya mengetahui gejala-gejala palsu atas Covid-19.

UPDATE Covid-19 Minggu : Sembilan Provinsi Laporkan 0 Kasus, Total Positif Corona Kini 45.891 Kasus

UPDATE Covid-19: Tambah 94 Positif, Banyak dari Balangan, Banjarmasin, Tabalong

Menurutnya, gejala palsu Covid-19 akibat kecemasan berlebihan terhadap Virus Corona. Badan menjadi terasa demam, panas, hingga gampang lelah.

Kata dia, bisa jadi itu semua adalah  gejala palsu Covid-19

Gejala palsu ini  disebut psikosomatik, yakni kecemasan berlebih atas Virus Corona. Gejala ini mirip dengan gejala orang yang positif  Covid-19. Padahal, kecemasan seseorang bisa hilang dengan sendirinya jika orang tersebut menenangkan diri dan merelaksasi tubuhnya.

Gangguan psikosomatik akibat Covid-19 bisa terjadi apabila seseorang terlalu banyak menerima informasi negatif dan menjadi cemas berlebihan. 

Rudi mengatakan, otak manusia lebih mudah menerima dan menyimpan hal-hal negatif ketimbang hal-hal positif. "Pada waktu kita mendapat informasi maka otak akan mengolah informasi tersebut.

Halaman
123
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved