Kembang Dalam Tradisi Masyarakat Kalsel
Menggunakan Kembang, Tradisi di Masyarakat Banjar Kalsel
Kembang curai maupun yang dirangkai selalu dicari warga dan salah satu tempat yang menjualnya terdapat di Pasar Sudimampir, Kota Banjarmasin, Kalsel.
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hingga saat ini, masih ada tradisi mandi kembang saat acara atau momen tertentu yang dilaksanakan di tengah masyarakat Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).
Dan kembang yang biasanya digunakan adalah kambang barenteng, yaitu untaian bunga segar. Tentu saja, baunya harum. Wangi,
Seperti pada calon pengantin, ibu hamil tujuh bulan, hingga menyiram motor atau mobil baru, menggunakan kambang barenteng.
Seorang penjual kambang barenteng di Pasar Sudimampir, Kota Banjarmasin, Galuh Kembang (40), mengatakan kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (21/6/2020), ada tujuh jenis kembang yang sering dicari untuk melengkapi syarat mandi kembang.
• Kambang Barenteng yang Mashur di Kalsel, Ternyata Berawal di Bincau Berkat Sentuhan Puteri Kerajaan
• Pada Momen-momen ini Pedagang Kambang Barenteng Martapura Panen Rupiah
Dia pun menyebut tujuh jenis kembang dimaksud, yaitu cempaka kuning, cempaka putih, melati, mawar, kenanga, merak dan kacapiring.
"Sering, tujuh rupa kembang itu yang dicari. Kalau untuk keperluannya, tergantung yang beli," katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Rahmadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kambang-barenteng-masyarakat-banjar-kalimantan-selatan-minggu-2162020.jpg)