Berita Kalteng

VIDEO Keluhan Penumpang Kapal di Sampit, Sebut Surat Bebas Covid-19 Lebih Mahal dari Tiket

Sejumlah penumpang Kapal Kirana I tujuan Sampit- Surabaya mengeluhkan tingginya surat bebas covid-19

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Kewajiban menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 bagi penumpang moda transportasi udara dan laut menuai keluhan.

Kebijakan ini, banyak dikeluhkan warga karena berdampak tingginya biaya yang dikeluarkan.

Penyelenggaraan Transportasi laut maupun udara dan darat selama masa pandemi mewajibkan semua penumpang yang menggunakan moda transportasi umum tersebut menunjukkan surat keterangan hasil negatif covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun rapid test.

Sejumlah penumpang Kapal Kirana I tujuan Sampit- Surabaya, yang mulai melayani penumpang, sejak, Sabtu (20/6/2020) di Pelabuhan Sampit mengeluhkan tingginya tarif pemeriksaan kesehatan Bebas Covid-19 untuk setiap penumpang kapal tersebut.

Bahkan, tarif pemeriksaan lebih mahal daripada tarif tiket kapal.

Penumpang Kapal Sampit Keluhkan Surat Bebas Covid Lebih Mahal dari Harga Tiket

Calo Surat Bebas Covid-19 di Bandara Syamsudin Noor Tawarkan Jasa, Upahnya Hanya Segini

Driver Jasa Ekspedisi Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19, Asperindo Kalsel Akui Keberatan

"Saya ini pelajar yang sedang sekolah di Pamekasan, Jawa Timur, selama ini ketika sekolah hanya beli tiket kapal Rp220 ribu saja ketika kembali ke sekolah di Pamekasan, tapi saat ini harus mengeluarkan uang hingga mencapai R p800 ribu naik kapal, karena wajib pakai surat kesehatan bebas Covid-19," ujar Faturahman warga Jalan Sampurna, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

Pelajar Sampit ini, mengaku kaget karena dia yang belum punya penghasilan pun terpaksa dikenakan uang tambahan untuk membayar biaya pemeriksaan Rapid tes hingga Rp450 ribu sekali tes dan hanya berlaku selama tiga hari.

"Ini sangat memberatkan saya sebagai pelajar, kan saya sekolah tapi juga kenakan bayar, biaya Rapid tes mahal," ujarnya.

Pantauan keberangkatan Kapal Kirana I ke Surabaya, dari Pelabuhan Sampit, cukup banyak membawa penumpang, namun rata-rata penumpang mengeluhkan mahalnya biaya untuk pemeriksaan Rapid tes yang diwajibkan kepada setiap penumpang kapal tersebut.

"Saya terpaksa pulang ke Jawa, karena keluarga sakit, meski mahal dan mencekik biayanya, apa boleh buat. Kami sudah susah mencari uang saat ini, ditambah berat dengan ketentuan baru ini, harusnya ketika pemerintah masih menetapkan bencana nasional, pemeriksaan Covid juga jadi tanggungjawab pemerintah bukan warga," ujar Mudi, seorang pekerja perkebunan Kelapa Sawit di Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kotim.

Siring Tendean Mulai Dipadati Masyarakat Banjarmasin, Warga ini Mengaku Tak Takut Covid-19

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, akhirnya merespon keinginan para pelajar tersebut.

Melalui pengumuman Kominfo Kotim, pada Senin (22/6/2020) mendatang, untuk para pelajar dan mahasiswa juga santri asal Kotim, diberikan pemeriksaan Rapid tes gratis, karena banyaknya keluhan kalangan pelajar dan mahasiswa Kotim yang belajar diluar daerah terkait mahalnya biaya pemeriksaan untuk mendapatkan Surat Sehat Bebas Covid-19 tersebut. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved