Breaking News:

BPost Cetak

Novel Baswedan : Banyak Pejabat Polri Komunikasi dengan Saya

Novel Baswedan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK),pernah menjadi korban kriminalisasi bahkan pernah hendak ditangkap sebagai tersangka

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
BPost Edisi Senin (22/6/2020). 

Menurut Anda, apakah kasus penyerangan terhadap Anda bakal terungkap gamblang di masa depan?

Orang sering bertanya itu kepada saya. Apakah ke depan akan terungkap, apakah ke depan akan ada kebaikan, dan lain-lain.

Saya sudah putus asa. Makanya saya tidak mau bicara hasil. Tapi saya menikmati setiap proses yang bisa saya lakukan. Ngapain saya masukin hati? Bisa emosional, marah, segala macam. Yang ada besok saya sakit.

Apakah Anda setuju terhadap pendapat yang menyebut polisi sebenarnya mengetahui siapa orang berada di balik penyerangan terhadap Anda?

(Polisi) tahu, karena banyak juga pejabat Polri yang berkomunikasi dengan saya, terus bercerita, walaupun tidak semua orang punya cukup keberanian untuk melawan. Karena melawan secara frontal konyol juga. Perlu kebangkitan banyak orang baik.

Apakah sampai saat ini negara masih membiayai pengobatan mata Anda?

Masih. Bahkan saya mendapat informasi, Pak Presiden (Presiden Joko Widodo) masih mau mendukung apabila diperlukan pengobatan lebih lanjut. Tapi saya belum melakukan yang pengobatan dimaksud.

Biaya perawatan saat ini di-cover asuransi, preminya dibayar negara. Biaya perawatan saya nilainya tidak besar ya. Sekali kontrol di Singapura, kalau dirupiahkan Rp 1,2 juta.

Pernahkah Anda menghitung biaya yang dihabiskan untuk mengobati mata Anda, mulai dari 11 April 2017 hingga saat ini?

Kata Pak Masinton (Masinton Pasaribu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan) Rp 4 miliar. Pengobatan saya itu ada beberapa hal, antara lain saya dirawat inap di Singapura. Itu yang biayanya agak besar. Terus ada beberapa operasi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved