Ekonomi dan Bisnis

Omset Makanan Kucing Pun Merosot Hingga 50 Persen, Imbas Pandemi Corona

Pandemi corona juga berimbas terhadap bisnis makanan kucing. Omset Petshop di Banjarmasin ini turun hingga 50 persen

banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Abdurahim saat membeli makanan kucing. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID - Namanya sudah kandung cinta, orangtua Abdurrahim rela mengeluarkan uang hampir Rp 500.000 per bulan untuk membeli makan kucing serta membangunkan rumahan binatang kesayangannya di samping rumah di Jalan Gatot Subroto Banjarmasin.

"Ini saya beli makanan kucing merek Royal dengan berat 2 kilogram harganya 290.000. Makanan ini hanya cukup 20 hari ditambah nutrijal kucing dan lain-lain. Per bulannya orangtua saya bisa mengeluarkan Rp 500.000 buat beli makanan kucing serta keperluan lainmya," ucap Rohim saat membeli makanan kucing di peitshop, Senin (22/6/2020).

Selain memberikan makanan, lanjut mahasiswa semester pertama Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini, lima kucing Persia Peaknose Extreme dan satu kucing kampung disediakan rerumahan di samping rumahnya.

"Supaya kucingnya bebas bermain di rerumahan. Kalau tinggal di kandang, kasian kucingnya," ceritanya.

Air Liur Kucing Ternyata Suci, Begini Penjelasannya

Memberi Makan Kucing, Mendapat Ampunan dan Ridha Allah

Rela Luangkan Waktu Memberi Makan Kucing di Jalan, Fatimah Percaya Ini

Terpisah, karyawan Petshop Pesona di Jalan Veteran Banjarmasin, Muhammad mengatakan, sejak pandemi Covid 19, tak hanya usaha kuliner, perhotelan dan lainnya, usaha makanan dan aksesoris kucing pun mengalami dampaknya.

"Biasanya penghasilan kami Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per harinya, sekarang hanya Rp 1 jutaan. Kalau bisa mencapai Rp 2 juta per hari sangat sulit. Menurunnya pendapat sekitar 50 persen," paparnya.

Menurut Muhammad, kondisi menurunya omset itu terjadi sejak bulan Maret lalu hingga sekarang.

Dia pun bercerita, ada pelanggannya yang beli makanan kucing serta pasir per bulannya mencapai Rp 1.100.000. Sekarang sangat jarang beli makanan, bahkan di bulan Juni tak pernah datang ke sini.

Agak menurunnya pembeli, lanjut dia, karena lebih mengutamakan beli beras dan keperluan pokok sehari-hari, sedangkan makanan kucing diganti menu lebih murah seperti nasi saja.

"Mungkin juga ada yang terdampak dirumahkan atau usahanya merosot, sehingga tak bisa beli makanan kucing lagi," ucapnya.

Mahasiswi Ini Suka Beri Makan Kucing di jalan, Jok Motorpun Berisi Makanan Kucing

Senada diungkapkan Syaifullah, karyawan Pietshop Kurnia di Jalan Bali Banjarmasin juga mengalami penurunan omset hingga 50 persen.

"Di tempat kami biasanya omset hingga mencapai Rp 2 jutaan per harinya, sekarang hanya Rp 1 juta," jelasnya.

Menurutnya, menurunnya pembeli makanan kucing terjadi sejak mewabahnya Covid 19.

"Kami berharap Pandemi Corona cepat berlalu dan perekonomian kembali normal seperti sediakala," harap Syaifullah. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved