Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

UPDATE Covid-19 Kalsel: Tambah 89 Positif, Terbanyak dari Banjarmasin 73 Orang

Terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Senin (22/6/2020) sebanyak 89 orang dan terbanyak dari Banjarmasin mencapai 73 orang.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Senin (22/6/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) mencatatkan total positif Covid-19 sebanyak 2.658 kasus.

Dari sebanyak itu, 2.088 orang berada di tempat karantina khusus atau isolasi mandiri, total sembuh 405 orang dan meninggal  165 orang.

Hari ini, per Senin (22/6/2020) sore, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel merilis ada penambahan sebanyak 89 orang kasus positif Covid-19 baru.

Jika ditelaah, sebanyak 89 kasus baru ini berasal dari Kabupaten Tanahlaut (Tala)2 orang , Kabupaten Banjar 1 orang , Kabupaten Barito Kuala (Batola) 2 orang) , Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 6 orang) , Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) 1 orang , Kota Banjarmasin 73 orang dan Kota Banjarbaru 4 orang.

UPDATE Covid-19 Senin (22/6), Tambah 954 Kasus, Terbanyak dari Provinsi Jawa Timur

Update Covid-19 Kabupaten Batola: 2 Orang Positif dan 1 Sembuh

Satu Warga Halong Kabupaten Balangan Kabur Ketika Harus Tes Swab

Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Banjarbaru Kunjungi RSDI Banjarbaru

Pasien Positif Covid-19 di Balangan Makin Bertambah, Tim GTPP Covid-19 Siapkan Lokasi Karantina Baru

Dilaporkan pula oleh GTPP Covid-19 Kalsel, pasien sembuh sebanyak 6 orang berasal dari karantina di Bapelkes 3 orang ,  Karantina Kota Banjarbaru 2 dan Karantina Kabupaten Banjar 1 orang.  Sehingga, total kasus sembuh sebanyak 405 orang.

Adapun pasien Covid-19 meninggal tidak ada penambahan, sehingga total kasus meninggal 165 orang.

Sebelumnya, Juru bicara GTPP Covid-19 Kalsel, HM Muslim, menyebutkan, penambahan tersebut tidak lain dari petugas epidemologi di lapangan yang barhasil menemukan pasien reakrif rapid test. Dilanjutkan, pemeriksaan sampel swab.

"Penanganannya pun disedikana karantina khusus, di Gedung Diklat Ambulung Banjarbaru dan BPSDM Banjarbaru. Serta, rencana di Asrama Haji Banjarbaru dan potensi lainnya milik Pemprov Kalsel. Sehingga, pasien tertangani dengan karantina khusus," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved