Breaking News:

Berita Banjarmasin

Karaoke Buka Saat Covid-19 Terus Meningkat, Begini Kata Disbudpar Banjarmasin

Sejumlah tempat hiburan diduga beroperasi di tengah pandemi Covid-19 dan Disdbupar maupun GTPP Kota Banjarmasin tidak ada merekomendasikan untuk buka.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Ikhsan Alhaq, Kepala Disbudpar Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), menjelaskan tentang tanggung jawab pemilik THM yang beroperasi di tengah pandemi bila terjadi kasus Covid-19, Selasa (23/5/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), masih belum mengeluarkan izin kepada Tempat Hiburan Malam (THM) maupun juga karaoke untuk kembali buka atau beroperasional.

Meskipun demikian, ternyata berdasarkan penelusuran Banjarmasipost.co.id, sudah ada beberapa karaoke yang nekat kembali beroperasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ikhsan Alhaq, pun menegaskan bahwa izin untuk THM maupun karaoke kembali beroperasional ini belum dikeluarkan.

"Dari sisi pemerintah, tidak ada satu pun mengeluarkan kebijakan untuk mebuka usaha pariwisata termasuk THM dan karaoke., Baik dari Disbudpar, Wali Kota atau Pemko Banjarmasin maupun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin," ujar Ikhsan Alhaq saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id.

Ikhsan pun menerangkan bahwa saat ini Banjarmasin masih berstatus tanggap darurat Covid-19, dan juga grafik kasus Covid-19 terus melonjak.

Gagal Upload Foto Dokumen Pelengkap, Operator PPDB Online SMPN 10 Banjarmasin Jelaskan Sebabnya Ini

VIDEO Ritual Pembersihan Ratusan Koleksi Benda Pusaka Museum Wasaka Banjarmasin

Saat Harga Ayam Potong Melambung, Ada Alternatif Lain, Begini Arahan Disperindag Banjarmasin

VIDEO Pengusaha Tempuh Jalur Hukum Soal Bailho Ditertibkan Satpol PP Banjarmasin

Dua Lelaki Perampas Tas di Banjarmasin Dibekuk Warga dan Polisi

VIDEO Makam Patih Masih, Salah Satu Tujuan Wisata Religi di Banjarmasin

"Grafik kasus Covid-19 di Banjarmasin terus meningkat bahkan sudah lebih dari 1.000, kemudian yang meninggal pun juga terus bertambah. Tentu sangat berisiko kalau pemerintah memberikan izin. Makanya kita tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi ataupun juga dispensasi karena menyangkut manusia," katanya.

Disinggung mengenai pengelola karaoke yang nekat beroperasional, Ikhsan pun mengatakan akan menjadi tanggungjawab dari pengelola.

"Kalau ada yang coba-coba buka, itu jadi tanggung jawab pengusahanya. Misalkan ada pengunjung atau karyawannya yang terkena Covid-19. Kan biasanya akan dilakukan tracking dimana asal muasal penularannya dan sebagainya," katanya.

Ditanya mengenai sanksi atau teguran kepada pengelola karaoke yang ngotot membuka usahanya, Ikhsan pun menerangkan menjadi ranah tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin.

"Kalau dalam kondisi normal, kami bisa panggil atau beri surat peringatan. Tapi karena ini dalam kondisi tanggap darurat Covid-19, maka tim gugus tugas yang mengambil alih. Dan bisa saja langsung diambil tindakan atau bukan hanya berupa peringatan-peringatan saja," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait adanya karaoke yang saat ini sudah beroperasional, juru bicara GTPP Covid-19 Banjarmasin yakni Dr Machli Riyadi pun menerangkan belum ada memberikan rekomendasi.

"Tidak ada rekomendasi dari kami. Coba tanyakan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," kata pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin ini singkat.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved