Pilkada Kalsel 2020

Kemungkinan Aditya ke Pilbub Banjar, Ini Analisis Pengamat Politik UIN Antasari

Pengamat politik dari UIN Antasari Ani Cahyadi menganilisis bisa saja calon yang mundur di pilwali Banjarbaru untuk maju di pilbup Banjar.

Kemungkinan Aditya ke Pilbub Banjar, Ini Analisis Pengamat Politik UIN Antasari
BANJARMASIN POST GROUP/DOC
Ani Cahyadi, pengamat politik dari IAIN Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatana.

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -  Menurut pengamat politik yang juga akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Ani Cahyadi, dalam konteks apakah Aditya Mufti Ariffin punya peluang ikut pilbup di Kabupaten Banjar, memang hitung-hitungan rasional.

Dikatakannya, bisa sangat mungkin Aditya pindah ke Kabupaten Banjar. Sebab, ada benang merah, yakni trah Rudy Ariffin yang dulu pernah dua periode menjadi Bupati Banjar.

"Apalagi masih simpang siur dengan petahana Guru Khalil yang masih belum ada kepastian untuk kendaraan positif, disamping berkaitan dengan kebugaran beliau juga," kata Ani Cahyadi, Selasa (23/6/2020). 

Bila petahana tidak mencalon atau tidak ada kendaraan untuk pencalonan, itu berarti skor kesemua calon 0 vs 0, 

"Ini berarti lebih rasional daripada Kota Banjarbaru. Jadi yang jelas, petahana bersatu mencalon, skor sudah 1 vs 0. Ditambah kondisi Covid-19 yang memang sangat menguntungkan petahana. Apalagi arah market politik di pusat cenderung menguntung petahana secara nasional untuk di daerah. Misalnya berkaitan dengan Ketua Tanggap Darurat Percepatan Pencegahan Covid 19, yang langsung dijabat kepala daerah, " urainya. 

BREAKING NEWS - Aditya Mufti Ariffin Mundur sebagai Calon Wali Kota Banjarbaru

VIDEO Penjelasan Aditya Mufti Ariffin Mundur dari Pilwali Banjarbaru

Guru Khalil Mundur dari Bursa Pilkada Banjar, Kadiskominfo Sebut Karena Keluarga

Petahana Bupati Banjar Mundur dari Pilbup, Sekda Banjarbaru Minat Maju

Soal pernyataan dimana dilontarkan alasan tidak maju pilwali di Banjarbaru, Ani Cahyadi menyebut, bahwa itu hanya alasan publikasi saja. 

"Saya kira alasan Covid hanya alasan publicatif saja. Saya melihat hitung-hitungan politik yang memang tidak memungkinkan meneruskan karena setiap kontestasi pilkada yang dicari adalah kemenangan," kata dia. 

Ani Cahyadi pun membacanya, kalaupun mereka (PKB dan PPP) berjumlah 10 kursi, artinya bisa mencalonkan sendiri. Tapi angin-angin politiknya sangat mungkin mendukung Rusli-KH Fadlan di Pilbup Banjar

"Namun sekali lagi, namanya politik termasuk di Kabupaten Banjar menjelang pilkada juga sangat dinamis, jadi perubahannya juga per menit dan bisa saja berubah," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved