Ekonomi dan Bisnis

Order Kain Sasirangan Mulai Mengalir Pasca-PSBB di Kota Banjarmasin, Begini Kata Pengusahanya

Luthfiah, pengelola toko sasirangan bersyukur usai PSBB di Kota Banjarmasin kembali dibuka, pesanan sasirangan pun mulai kembali mengalir.

banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Toko Sasirangan di Sungai Jingah Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemilik Toko Lutfhiah Sasirangan Sungai Jingah Banjarmasin, Lutfhiah, merasa bersyukur, setelah PSBB di Kota Banjarmasin dibuka, alhamdulillah pesanan mulai ada dari sekolah, instansi pemerintah dan swasta, walau pun tidak seramai dulu.

"Sewaktu PSBB, order sepi sekali nyaris tidak ada. Orang yang mampir ke toko pun sangat jarang. Omset penurunan bisa mencapai 80 persen, bahkan lebih," ceritanya.

Menurut Luthfiah, dibuka PSBB, alhamdulillah pesanan mulai masukan lagi dan ada peningkatan sekitar 50 persen.

Dijelaskannya, untuk harga kain Sasirangan bervariasi, tergantung kain dan motifnya. Untuk kain Katun Jepang harganya Rp 75.000, kain Satin mulai Rp 100.000 sampai Rp 180.000, tergantung motif dan faktor kesulitan membikinnya

Katun sutera harganya Rp 250.000 sampai Rp 350.000 dan sutera Rp500.000.

"Paling laku kain katun sutera, karena harganya terjangkau. Saya juga lebih banyak jual kain saja," ungkap perempuan muda yang merintis usahanya sejak tahun 2018 ini.

Luthfiah pun berharap, semoga Sasirangan selalu berkembang dan pemerintah ikut membantu mempromosikan.

"Karena kain Sasirangan kan khas dari Kalimantan Selatan. Jadi, harapan saya mudah-mudahan selalu dipromosikan biar bisa selalu meningkat sampai ke penjuru dunia," ucapnya.

Sebelum masa pandemi Covid -19, kain khas Sasirangan cukup banyak peminatnya. Pembelinya tak hanya warga lokal tapi juga turis lokal domestik dan mancanegara.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved