Berita Banjarmasin

VIDEO Ngopi Bareng Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah

Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah ajak pers bahas isu-isu di Kalsel dalam acara ngopi bareng sekaligus peresmian 101 Coffee di Banjarmasin.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih tingginya Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), persiapan Kahutla menghadapi kemarau hingga persiapan menjelang Pilkada tahun 2020, menjadi pembahasan Danrem 101/Antasari Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Firmansyah bersama insan pers, Rabu (24/6/2020).

Perbincangan ini terjadi dalam acara ngopi bareng, sekaligus peresmian 101 Caffee di Hutan Kota, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin 

Dijelaskannya, kenapa sampai saat ini angka positif Covid-19 begitu tinggi di Kalsel, kalau perlu lihat dulu bahwa ada pola-pola yang berbeda yang diterapkan pada awalnya sebelum pemberlakuan PSBB.

"Sebelum diberlakukan PSBB, kami melaksanakan kegiatan yang sifatnya pasif. Jadi, kami hanya menunggu ada yang berobat sakit dan menjurus Covid, baru di tes swab apakah positif atau tidak. Sehingga, pada awalnya mungkin Februari hingga Maret masih sedikit," jelasnya

UPDATE Covid-19 Kalsel: Tiga Orang Meninggal, Hasil Lab Positif CORONA

Daftar Kabupaten dan Kota Zona Kuning Covid-19 yang Berubah Menjadi Zona Hijau di Indonesia

UPDATE Covid-19 Rabu : Hari Ini Tambah 1.113 Kasus, Didominasi Jatim, Jakarta & Sulsel

Ini Analisa Epidemiolog Soal Tingginya Kasus Virus Corona atau Covid-19 di Kalsel, Jatim dan Sulsel

Indonesia Hotspot Baru Virus Corona Disebut Australia, Ini Tanggapan Ahli Soal Covid-19

Setelah dilaksanakan PSBB, polanya dirubah, lebih aktif melaksanakan tes swab scara massal di pusat keramaian dan pasar dan angka positif langsung melonjak tinggi.

Namun dari sana, lanjut Danrem, ada keuntungan karena bisa langsung racing, tracking dan sebagainya, sehingga bisa menentukan siapa yang harus isolasi mandiri, siapa yang harus dikarantina, siapa yang harus dipantau dan sebagainya.

"Jadi, jangan melihat tingginya angka positif, tapi ada apa di baliknya dari angka yang sekarang kemudian kita hadapkan dengan angka kematian dengan angka kesembuhan. Apabila angka kematiannya bisa kita tekan dan kesembuhannya meningkat, maka kita bisa katakan pola yang kita gunakan sekarang adalah berhasil," jelas Danrem yang kelahiran Banjarmasin, Desember 1968,  ini.

Namun apabila terjadi sebaliknya tingkat kematiannya tinggi, sembuhnya tetap saja, berarti ada yang salah dengan pola di atas. "Jadi, angka Covid-19 besar, bukan berarti gagal. Tidak juga," jelasnya.

Di kesempatan itu, Danrem juga mengatakan sekarang harus sudah bisa new normal. Namun, ada hal-hal yang perlu dibatasi dan harus patuhi sesuai protokol kesehatan.

"Di sinilah, peran media dan kerja samanya untuk menyampaikan berita yang sebenarnya tentang Covid-19, supaya menyejukkan suasana di masyarakat dan jangan sekedar bikin judul bombastis," paparnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved