Breaking News:

Nasional

Alasan RUU HIP Harus Ditolak Menurut AHY, Ketum Demokrat Sebut RUU HIP Turunkan Nilai Pancasila

Kali ini Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyampaikan alasan kenapa RUU HIP haru ditolak.

Editor: Rahmadhani
tribunnews.com
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 

EDITOR : Rahmadhani

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kecaman terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP terus berdatangan dari berbagai kalangan..

Kali ini Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyampaikan alasan kenapa RUU HIP haru ditolak.

AHY mengatakan setidaknya ada empat alasan kenapa RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) harus ditolak.

Pertama, kata dia, kehadiran RUU HIP akan memunculkan tumpangtindih dalam sistem ketatanegaraan.

Sebab ideologi Pancasila adalah landasan pembentukan konstitusi, yang melalui RUU HIP ini justru diturunkan derajatnya untuk diatur Undang-undang.

Hacker Anonymous Protes RUU HIP, Website DPR RI Dibuat Tak Bisa Diakses

"Kalau RUU ini dianggap sebagai alat operasional untuk menjalankan Pancasila. Justru hal itu menurunkan nilai dan makna Pancasila," katanya dalam webinar 'Agama dan Pancasila, Merawat ke-Indonesiaan' Jumat (26/6/2020).

Kedua, menurut AHY yang juga putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, RUU HIP ini juga mengesampingkan aspek historis, filosofis, dan sosiologis, di mana RUU ini tidak memuat TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme sebagai ‘konsideran’ dalam perumusan RUU HIP ini.

"Padahal, TAP MPRS tersebut merupakan landasan historis perumusan Pancasila, yang kemudian kita sepakati secara konsensus sebagai titik temu perbedaan di tengah kompleksitas ideologi dan cara pandang kebangsaan," ucapnya.

Alasan ketiga, RUU HIP memuat nuansa ajaran sekularistik atau bahkan ateistik, sebagaimana tercermin dalam Pasal 7 ayat 2 RUU HIP yang berbunyi, “..Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan..”.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved