Breaking News:

Berita Tapin

KSR PMI Tapin Kreatif Usaha Mandiri, Bikin Sabun Cair dan Masker Sekaligus Edukasi Masyarakat

Korps Sukarelawan (KSR) Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tapin punya usaha mandiri jual sabun cair dan masker kain bagi masyarakat

banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Korps Sukarelawan PMI Tapin membuat sabun cair dan masker bagi masyarakat dengan hanya donasi Rp 10 ribu saja, Minggu (28/6/2020) 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Korps Sukarelawan (KSR) Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tapin punya usaha mandiri menjual sabun cair dan masker kain untuk masyarakat.

Di tengah pandemi wabah virus corona atau Covid-19, kebutuhan sabun cair untuk mencuci tangan dan masker kain untuk menutup mulut dan hidup sangat tinggi.

Melihat potensi itu, KSR PMI Tapin berinisiatif membuat masker kain dan sabun cair campuran dengan kemasan botol dari ulang.

Sabun cair botol dijual seharga Rp 10 ribu dengan satu masker kain untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Tapin.

Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Tapin, Dwi Suryanto mengatakan kegiatan membuat masker kain dan sabun cair itu untuk mendorong semangat wirausaha anggota KSR PMI Tapin.

Talk Show Harganas XXVII, Kabupaten Tapin Minim Tenaga Penyuluh KB, Begini Fakta dan Solusinya

Duet Sahbirin-Muhidin Mencuat, Begini Dampaknya ke Peta Politik Kalsel Jelang Pilgub Kalsel 2020

Presiden Jokowi Akan Canangkan Lumbung Padi Nasional di Eks PLG Pulang Pisau dan Kapuas

Daftar 47 Game Andorid yang Berbahaya di Google Play Store, Otomatis Munculkan Iklan di Layar Ponsel

"Kami mengolahnya dengan modal dana patungan bikin sabun cair Rp 15 ribu," katanya ditemui reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (28/6/2020).

Modal dana Rp 15 ribu itu dibelikan sabun cair bungkus ukuran 780 miligram yang dicampur garam dan air menjadi lima liter sabun cair.

"Botolnya kami peroleh dari daur ulang sampah botol air kemasan di bank sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin," ujar Dwi Suryanto.

Dwi Suryanto mengaku khusus SDN Rantau Kiwa 1, para tenaga pendidik diajari cara membuat sabun cair sebelum pembagian rapor kenaikan kelas.

"Kami melakukan penyemprotan sekaligus memberi pelatihan cara membuat sabun cair dengan modal uang Rp 15 ribu saja," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved