Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Antisipasi Karhutla, Desa Awang Bangkal Timur dan Awang Bangkal Barat Bentuk Masyarakat Peduli Api

Pemegang IPPKH hadir sebagai wujud dukungannya dalam penguatan MPA berbasis desa di Desa Awang Bangkal Timur dan Desa Awang Bangkal Barat.

istimewa
Desa peduli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, AWANG BANGKAL - Keseriusan para pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dalam menghadapi musim kemarau tahun 2020,  terlihat dari kehadiran mereka pada giat sosialisasi karhutla dan penguatan kelembagaan masyarakat peduli api (MPA) berbasis desa di Awang Bangkal Timur dan Awang Bangkal Barat, Sabtu (27/6).

Di Desa Awang Bangkal Timur terdapat tiga IPPKH,  yaitu PT Kalimantan Energi Lestari,  PT Adaro Indonesia  dan PT Bumi Rantau Energi. Mereka bersama masing-masing vendor hadir dalam pembentukan MPA di desa tersebut.

Kepala Tahura Sultan Adam, Ainun Jariah dalam sambutannya mengatakan keberadaan Rehabilitas DAS oleh IPPKH ini,  karena salah satu kewajibannya dalam rehabilitasi hutan dan lahan, sesuai dengan seberapa luasan lahan yang ditambang.

Pohon yang mereka tanam nantinya setelah tiga tahun dan dinyatakan berhasil dalam evaluasi, akan diserahkan ke pemerintah untuk selanjutnya ke masyarakat melalu program kemitraan konservasi.

Sesuai arahan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel,  Hanif Faisol Nurofiq, menghadapi musim kemarau ini fokus pada upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat setempat, yaitu dengan membentuk MPA berbasis desa.

"Sehingga sudah saatnya pemberdayaan  masyarakat kita mulai dari sekarang,  dengan membentuk MPA berbasis desa. Semua masyarakat bisa turut berperan aktif dalam menjaga tanaman rehab DAS dan juga wilayah desanya,  terutama pencegahan terhadap terjadinya karhutla. Sedangkan untuk operasional nantinya di-support oleh IPPKH dan vendor," kata Ainun.

Sekretaris Desa Awang Bangkal Timur, Ribhani menyatakan mendukung dengan kebijakan ini. Tentunya MPA yang sudah terbentuk agar lebih ditingkatkan lagi kinerjanya.

"Evaluasi lagi,  apa kendala yang dihadapi tahun lalu dan di musim kemarau ini agar diperbaiki," ujarnya.

Tim sosialisasi karhutla dari Tahura, siangnya menggelar acara serupa di Desa Awang Bangkal Barat. Acara dihadiri oleh IPPKH PT Adaro Indonesia dan PT Bumi Rantau Energi bersama vendor.

Kepala Tahura Sultan Adam diwakili Kepala Resort Pengelola Hutan Sungai Luar, Markus Liling mengatakan pembentukan MPA berbasis desa agar tujuan pemberdayaan masyarakat bisa diterapkan di semua desa.

Markus mengajak IPPKH dan vendor untuk bisa mendukung program MPA berbasis desa ini dan support segala kebutuhan sarana prasaran pendukung lainnya.

Perwakilan  IPPKH PT Bumi Rantau Energi, Imam  menyatakan sangat mendukung program MPA berbasis desa tersebut. Untuk keperluan suport sarpras mereka akan berkoordinasi ke manajemen perusahaan. (AOL/*) 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved