Berita Banjar

Ditanya Tentang Covid-19, Begini Respon Pedagang Pasar Martapura

Pedagang Pasar Martapura Itu pun ditanya banyak pertanyaan terkait Covid 19 dan berhasil menyelesaikan pertanyaan.

banjarmasinpost.co.id/milna sari
Pedagang Pasar Martapura Itu pun ditanya banyak pertanyaan terkait Covid 19 dan berhasil menyelesaikan pertanyaan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sedang asik menganyam rotan, Abdurrahman dikagetkan dengan kedatangan petugas yang menghampirinya ke tokonya, Senin (29/6/2020).

Pedagang Pasar Martapura Itu pun ditanya banyak pertanyaan terkait Covid 19 dan berhasil menyelesaikan pertanyaan.

"Kaget tadi didatangi ke sini, ditanya tentang Covid 19," ujarnya.

Terkait pengetahuan tentang Covid 19 sebut Abdurrahman mengaku sedikit tahu.

Positif Covid-19 di Kalteng Tambah 42 Orang, Penularan Sampai Tingkat Komunitas Sulit Dikendalikan

Update Covid-19 di Kalsel : Kasus Positif Hari Ini Capai 39 orang, Terbanyak dari Banjarmasin

UPDATE Covid-19 Senin : Total 55.092 Kasus Positif, Wilayah Zona Hijau Terus Bertambah

Namun, yang selama ini selalu ia lakukan adalah memakai masker termasuk saat berjualan.

Petugas Diskominfostandi Kabupaten Banjar kali itu blusukan ke pedagang pasar Martapura untuk mengisi survey terkait informasi dan pengetahuan tentang Covid 19.

Setiap pedagang ditanya untuk mengisi survey yang tengah dikumpulkan Diskominfostandi Kabupaten Banjar.

Tak hanya itu, sebagian pedagang dan RAPI wilayah 2 Kabupaten Banjar juga diberi buku saku Covid 19 berbahasa daerah Bahasa Banjar untuk dijadikan pedoman untuk menyikapi Pandemi. Selain itu juga didirikan posko informasi Covid 19 di Pasar Martapura.

Kepala Dinas komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith mengatakan dibuatnya buku panduan Covid 19 dengan bahasa Banjar agar lebih mudah dipahami masyarakat Kabupaten Banjar yang kesehariannya kebanyakan menggunakan Bahasa Banjar.

"Karena tidak semua dapat memahami Bahasa Indonesia, jadi agar lebih gampang dan mudah dipahami, kita gunakan bahasa Banjar, agar masyarakat dapat menerapkan protokol Kesehatan dalam kehidupan sehari-hari," ucap Basith.

Kadis Kominfo tersebut juga menambahkan, selain edukasi tentang Covid-19, dibuku tersebut juga memberikan pemahaman tentang bahayanya hoax dan cara bagaimana masyarkat membedakan informasi yang hoax yang saat ini tengah beredar di masyarakat, terutama tentang pemberitaan covid-19.

Sementara itu, Kabid Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Banjar, Eddy Elminsyah Jaya menuturkan, selain membagikan buku panduan Covid-19 pihaknya juga mendirikan posko informasi tentang Covid-19 serta melakukan survei tentang para pedagang mengenai pengetahun para mereka tentang Covid-19.

Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat, Gubernur Kalsel Ingatkan Tegakan Protokol Kesehatan

"Nanti hasil survei ini akan kita publikasikan, kepada masyarakat," katanya.

Kabid IKP Kominfo Banjar berharap dengan adanya tim KIE ini dapat lebih menyosialisasikan dan memberikan pemahaman lebih masif tentang Covid-19 kepada masyarakat.

Diketahui sebelumnya Tim KIE juga melakukan penyerahan buku Saku Covid 19 berbahasa Banjar dan posko Informasi Covid-19 di kantor kecamatan Kertak Hanyar. (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved