Berita Tanahlaut

Lindungi Perajin Arang, Kadin Tanahlaut Desak Pemkab Tanahlaut Segera Tuntaskan Masalah Regulasi

Kerisauan para perajin atau pengusaha arang di Desa Ranggang Kecamatan Takisung, akibat fluktuasi harga menjadi perhatian khusus Kadin Tanaulaut.

istimewa
Pengurus Kadin Tanahlaut turun langsung menyerap aspirasi para perajin arang di Ranggang, April lalu. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kerisauan para perajin arang di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), akibat fluktuasi harga menjadi perhatian khusus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat.

Mereka meminta instansi teknis Pemerintah Kabupaten Tala segera membikin regulasi tata niaga arang guna melindungi perajin arang dari risiko permainan buyer besar.

"Mengenai hal ini beberapa waktu lalu kami sudah beraudiensi dengan Kadis Kopdag Tala," ucap Wakil Ketua Bidang Organisasi merangkap pelaksana harian Sekretaris Kadin Tala Hj Orbawati, Senin (29/6/2020).

Didampingi Waket Bidang Perdagangan (Luar Negeri) Hj Astri Ropitawati, Orbawati mengatakan pihaknya mengapresiasi respons petinggi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan Tala yang saat audiensi menegaskan akan segera menyusun draft peraturan bupati (perbup).

Dikatakannya, perbup tersebut menjadi cikal bakal untuk selanjutnya dibikin perda. "Kami dengar saat ini perbup-nya sedang berproses. Harapan kami agar dapat dipercepat supaya bisa segera menjadi pengayom perajin arang di daerah ini," tandasnya.

Pilkada Kalsel 2020 - DPD Golkar Kalsel Usulkan Duet Sahbirin-Muhidin ke DPP, Begini Pertimbangannya

Kasus Positif Covid-19 Meninggal di Tanahlaut Tembus 24 Orang, Hari Ini 1 dari Tambangulang

Guru SBK MAN Kapuas Raih Juara I Lomba Virtual Cipta Lagu Tingkat Kabupaten Kapuas

Dibuka Pendaftaran Taruna Taruni TNI AL, Daftar Lewat Website Resmi atau ke Lanal Banjarmasin

Mantan anggota DPRD Tala ini menuturkan beberapa bulan silam pihaknya mendapat pengaduan dan keluhan para perajin arang di Ranggang. Intinya mengeluhkan tak menentunya harga yang cenderung dipermainkan buyer besar dari Timur Tengah.

Pihaknya pun telah turun dan berinteraksi dengan kalangan perajin arang di Ranggang pada pekan pertama April 2020 lalu.

"Kami melihat sendiri betapa pentingnya usaha arang bagi warga Ranggang karena merupakan usaha turun temurun dan menjadi sumber penghasilan utama," tandasnya.

Karena itu, lanjut Orbawati, pihaknya terpanggil untuk melindungi usaha masyarakat kecil tersebut. Menurutnya langkah awal yang perlu dilakukan yakni menerbitkan regulasi yang dimulai dari perbup.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved