Berita Kalteng

VIDEO Abrasi Pantai Ujung Pandaran Teluk Sampit Kian Mengkhawatirkan, Bangunan Rumah Betang Terancam

Abrasi Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Abrasi Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan.

Betapa tidak, banyak fasilitas pendukung wisata pantai hancur dihantam ganasnya ombak laut Jawa tersebut.

Pantauan di Pantai Ujung Pandaran, Senin (29/6/2020) kondisi bibir pantai sudah terkikis abrasi, sehingga menyebabkan, sejumlah fasilitas pendukung Kawasan wisata tersebut seperti Gajebo yang dibangun Dinas Pariwisata Kotim hancur, demikian juga jalan darat menuju kubah keramat yang ada di ujung pantai sudah terputus.

Beberapa pohon besar yang selama ini tumbuh dipantau pun tumbang dihantam ombak ganas pantai ujung Pandaran, belum lagi bangunan rumah nelayan yang ada di pinggiran pantai pun sudah banyak yang hancur dihantam ombak sehingga mereka dipindahkan ke lokasi lain oleh Pemkab Kotim.

Abrasi juga mengancam, salah satu bangunan rumah betang yang ada di bibir pantai ujung pandaran, yang dibangun oleh Pemerintah Kotim, karena dampak abrasi ombak laut Jawa sudah mendekati bangunan rumah betang tersebut.

Jalani Rapid Test, 20 Karyawan dan Nakes di RSUD Sultan Suriansyah Reaktif

Wajib Surat Rapid Test Masuk Kalteng, Pengusaha Ekspedisi Akui Alami Penurunan Omzet 20 Persen

Liga I Resmi Digelar Oktober, Barito Putera Akan Negoisasi Kontrak Pelatih dan Pemain

Pilkada Kalsel 2020 - DPD Golkar Kalsel Usulkan Duet Sahbirin-Muhidin ke DPP, Begini Pertimbangannya

Kondisi ini diperparah lagi dengan kerap terjadi angin kencang yang berhembus dikawasan pantai sehingga fasilitas bangunan panggung untuk kegiatan kesenian juga ambruk, sehingga kondisi ini sangat mengancam wisata andalan di Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut.

Informasi , Syamsudin, masyarakat setempat, mengungkapkan, kondisi abrasi sudah sangat parah, meskipun pemerintah setempat sudah berupaya untuk menjaga agar abrasi tidak sampai menghantam bangunan yang ada di pantai.

"Jalan menuju Kubah Keramat sudah putus sehingga pejiarah untuk menuju kubah menggunakan kelotok," ujarnya.

Menurut dia, kondisi abrasi di pantai Ujung Pandaran parah, sejak sekitar hampir setahun lamanya, karena pada musim tertentu ombak Pantai Ujung Pandaran makin ganas kerena kerap disertai dengan angin kencang dan badai yang kerap membuat takut warga yang bermukim di pesisir pantai.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved