Ekonomi dan Bisnis

Wajib Surat Rapid Test Masuk Kalteng, Pengusaha Ekspedisi Alami Penurunan Omzet 20 Persen

Adanya kebijakan setiap orang yang masuk ke Kalteng harus membawa surat keterangan rapid test, menambah beban biaya dan kelancaran ekspedisi di Kalsel

Wajib Surat Rapid Test Masuk Kalteng, Pengusaha Ekspedisi Alami Penurunan Omzet 20 Persen
istimewa
Nanang Suriyana

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya kebijakan setiap orang yang masuk ke Kalimantan Tengah (Kalteng) harus membawa surat keterangan rapid test, menambah beban biaya dan kelancaran bagi pengusaha ekspedisi di Kalsel.

Direktur Utama PT Borneo Arta Mandiri (BAM Cargo) Banjarmasin, Nanang Suriyana mengatakan dengan adanya kebijakan sopir membawa surat rapid test cukup mengganggu kelancaran perjalanan, karena di pos pengecekan antri beberapa jam.

"Jika tidak punya surat rapid test di minta putar balik. Alhamdulillah driver kami tidak ada yang putar balik, karena memang sudah dilengkapi surat rapid test," jelasnya, Senin (29/6/2020).

Ditambahkan Nanang, yang menjadi masalah adalah biaya pembuatan surat tersebut, sehingga menambah beban biaya operasional.

"Biaya membikin rapid test sebesar Rp 450 ribu dan berlakunya hanya 10 hari saja. Harus membikin kembali bila habis masa berlakunya," tandasnya.

Sementara pihaknya tidak bisa menaikkan ongkos kirim, karena sudah terikat kontrak harga.

Pesinetron Ridho Illahi Ditangkap Karena Narkoba, Polisi Juga Ciduk 2 Temannya

PLN Sambung Listrik 1,7 Juta VA, Investor Nilai Listrik PLN Lebih Murah

Dorong Pertumbuhan UMKM, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Mandiri Pintar

Pilkada Kalsel 2020 - DPD Golkar Kalsel Usulkan Duet Sahbirin-Muhidin ke DPP, Begini Pertimbangannya

"Kami per hari satu truk dan dua pickup yang berangkat ke Palangkaraya, Sampit dan Pangkalanbun. Kalau biaya operasionalnya saja Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, ditambah biaya rapit test per driver," jelas Sekretaris Pengurus Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalsel.

Adanya kebijakan di atas, lanjut Nanang, omzetnya pun mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Namun, dalam pengirim barang ke Jawa dan Kaltim saja, kecuali ke Kalteng saja yang minta surat rapid tes.

"Harapan kami pengusaha ekspedisi, pandemi segera berlalu, sehingga kita mudah beraktifitas. Jika pun tetap harus buat surat rapid test, ya ada kemudahan dan keringanan buat kami ekpedisi," tandasnya.

Terpisah, Burhan yang bergerak ekspidisinya mengatakan selama ada aturan pakai rapid tes, sudah mengurangi pengiriman barang ke Palangka Raya, Kalteng.

"Kami lebih fokus menghandel kiriman ke Jakarta saja," ucapnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved