Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Cegah Karhutla, BP Tahura Sosialisasi ke Aranio, Bentuk Dua MPA

Kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla ke desa - desa terus gencar dilakukan Tahura Sultan Adam.

istimewa
Sosialisasi pencegahan Karhutla ke desa - desa di Kecamatan Aranio gencar dilakukan BP Tahura Sultan Adam. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla ke desa - desa terus gencar dilakukan Tahura Sultan Adam.

Upaya ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang menjadi persoalan serius setiap musim kemarau.

Dipimpin  KRPH Sungai Luar, Markus Liling, tim melaksanakan sosialiaasi serta pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) berbasis desa di Dusun Sungai Luar, Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio.

Sosialisasi kali ini di laksanakan selama dua hari, Kamis (24/6) dan Jumat (26/6),  di tempat yang berbeda. Yaitu Desa Tiwingan Baru dan Dusun Sungai Luar,  yang secara geografis termasuk dalam wilayah Desa Tiwingan Baru,  namun berseberangan letaknya.

Kepala BP Tahura Sultan Adam diwakili KRPH Sungai Luar, Markus Liling mengatakan sesuai arahan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, musim kemarau yang akan datang ini difokuskan pada pencegahan, serta melibatkan langsung masyarakat.  Acara ini juga dihadiri perwakilan IPPKH dan vendor yang berkegiatan di desa tersebut.

Markus menerangkan, program MPA berbasis desa ini berbeda dari tahun lalu. Sebelumnya IPPKH dan vendor masing masing yang  mengamankan lokasinya. Tetapi, kali ini diubah dengan pola berbasis desa, namun tetap di-support IPPKH dan vendor.

Ia meminta kepada IPPKH agar ikut berpartisipasi dalam mendukung program ini. Karena program  berbasis desa, maka peran aktif dari masyarakat, di bawah koordinasi desa, sebagai bentuk tanggungjawab terhadap kawasan hutan dalam wilayah desa.

Kepala Desa Tiwingan Baru, Rudi menyambut positif program ini. Terlebih kegiatan ini juga didukung oleh pihak IPPKH dan vendor pelaksana yang berkegiatan Rehabilitasi DAS di desa mereka. 

“Sebagai kepala desa,  saya mengajak kepada semua warga Tiwingan Baru untuk turut berperan dalam program kehutanan, Baik dalam pencegahan maupun penanggulangan. Sehingga titik api dan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dapat kita cegah,” katanya.

Salah satu perwakilan IPPKH dari PT Kalimantan Energi Lestari, Napril mengatakan pada prinsifnya mereka sangat mendukung program Dinas Kehutanan dan Tahura SA,  terkait pencegahan sejak dini terhadap kahutla dengan membentuk MPA berbasis desa.

“Kita bisa saling bergandeng tangan dalam pelaksanaan di lapangan," ucapnya.

Napril menambahkan, pihaknya siap bersama sama dengan IPPKH lain untuk  mendukung, dan secara teknis di lapangan nanti dikoordinasikan lebih lanjut dengan MPA,  serta semua pihak terkait lainnya.

Akhirnya,  terbentuk dua MPA dalam sosisalisasi itu. Yaitu,  MPA Raja Lima untuk Dusun Sungai Luar dan MPA Pinus Jaya untuk di Desa Tiwingan Baru. 

Dalam kesempatan ini juga dibagikan poster, leaflet,  serta spanduk tentang karhutla dan protokol kesehatan Covid-19,  agar masyarakat lebih waspada. (AOL/*)
 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved