PPDB Online 2020

PPDB Online SMA Sederajat Bermasalah Down Server, Ketua MKKS SMK Provinsi Kalsel Beri Saran Begini

Ketua MKKS SMK Provinsi Kalsel, Dwi Ayati, mengakui tak heran jika terjadi down server karena server melayani ratusan sekolah SMA sederajat di Kalsel.

banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Ketua MKKS Kalsel, Dwi Ayati 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - PPDB online tingkat SMA sederajat yang bermasalah dua hari berturut-turut membuat resah orangtua calon siswa maupun siswa.

Pasalnya di hari pertama server sempat lambat dan hari kedua aplikasi atau laman justru tak bisa diakses dan tak ada pilihan untuk mendaftar.

Ketua MKKS SMK Provinsi Kalsel, Dwi Ayati kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (30/6/2020), mengakui wajar jika terjadi down server. Pasalnya server melayani ratusan sekolah SMA sederajat di Kalsel

Jumlah SMK di Kalimantan Selatan saja terangnya ada 123 sekolah. Semuanya jika ingin mendaftar harus masuk ke laman yang sama.

Namun penerapan PPDB daring dari Disdikbud Kalsel langsung terang Dwi sudah bukan yang pertama.

Sebelumnya 2019 Disdikbud Kalsel juga sudah menerapkan PPDB daring dari aplikasi mereka namun hanya untuk Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

"Kemarin itu lancar saja karena hanya tiga kabupaten kota, baru ini Disdikbud Kalsel mengadakan even besar berskala 13 Kabupaten Kota," terangnya.

Jika memungkinkan menurut Dwi harusnya ada pembagian server untuk beberapa kabupaten sehingga tak terjadi error server seperti tahun sebelumnya yang tetap lancar.

Selain itu pada PPDB online tahun ini terangnya juga tergolong rumit karena banyaknya pilihan yang harus diklik oleh pendaftar.

Belum lagi adanya syarat kartu keluarga untuk pendaftar sementara SMK tak diberlakukan sistem zonasi.

"Kartu keluarga harus diatas satu tahun, kalau dibawah satu tahun akan tertolak oleh sistem, padahal SMK tidak seperti SMA yang menerapkan zonasi sehingga seharusnya kartu keluarga tak menjadi persyaratan khusus," jelasnya.

Dengan adanya masalah tersebut menurutnya justru tak menjadikan orangtua calon siswa menjadi stay at home dan hanya mendaftar secara daring namun juga membuat banyak orang tua harus datang ke sekolah untuk bertanya terkait kendala yang dihadapi. Namun sekolah tak bisa membantu karena sistem dari Disdikbud Kalsel langsung.

Menurutnya perlu ada edukasi lebih kepada masyarakat tentang PPDB daring.  "Disdikbud Provinsi Kalsel juga mungkin akan melakukan evaluasi perbaikan ke depan," tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved