Berita Banjarmasin

Siring Pierre Tendean Banjarmasin Ditutup, Acil Enor Terpaksa Jualan Limau di Jembatan Sungai Lulut

Acil Enor, pedagang buah limau Banjarmasin biasa berjualan di siring Pierre Tendean. Namun sejak siring ditutup, terpaksa gelar jualan di tepi jalan

banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Acil Enor, pedagang buah Limau (jeruk) di Banjarmasin saat melayani pembeli 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah pedagang buah limau yang menggelar jualannya mulai Jembatan Sungai Gardu, hingga Pasar Sungai Lulut di Kota Banjarmasin, cukup menggoda masyarakat membelinya.

Apalagi, di masa pandemi Corona ini, sangat memerlukan vitamin C untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Harga limau pun terbilang sangat murah, mulai ukuran kecil harganya Rp 4.000 per 10 biji hingga Rp 9.000 dalam 10 bijinya. Malah, ada limau jatuhan satu keranjang kecil Rp 10.000.

Cukup murahnya limau, membuat Dewi warga kilometer 8 Sungai Lulut Kabupaten Banjar, mrmbeli limau buat dibawa pulang ke rumah.

"Beli limau buat diperah nanti di rumah. limau banyak vitamin C-nya lho," paparnya.

Pedagang limau, Acil Enor mengungkapkan sekarang ini lagi 'banjir' limau, sehingga harganya cukup murah. Harganya mulai Rp 9.000, Rp 7.000 hingga Rp 4.000 per 10 bijinya, tergantung ukuran besar kecilnya.

Golkar Kalsel Usulkan Sahbirin-Muhidin, Denny Indrayana Bertemu Prabowo dan SBY

Emas Antam Naik Rp 8 Ribu, Cek Harga Emas Terbaru dan Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

SIM Gratis Mulai Besok, Ini Cara dan Syarat Dapat Surat Izin Mengemudi dari Polri

"Biasanya saya berjualan lontong, buras dan nasi kuning di Pasar Terapung Siring Piere Tendean Banjarmasin. Selama pandemi Corona ini, Siring ditutup dan kami tidak berjualan dalam beberapa bulan lalu," ucapnya.

Menurut ibu dua anak ini, bila menunggu dibuka kembali Pasar Terapung Piere Tendean, bakalan makan apa keluarganya di rumah.

"Selama Pandemi ini saya berjualan Jagung Banyiur di Pasar Terapung Lok Baintan. Pas musim limau, saya pun berjualan buah ini di darat, supaya kada uyuh bakayuh jukung," paparnya.

Menurut Acil Enor, dirinya beli limau Lok Baintan ini sekeranjang yang isinya Rp 50.000- Rp 60.000. Kemudian, limau ini dipilah-pilah ukuran besar hingga kecil.

"Alhamdulillah, bersih keuntungan yang didapat per harinya Rp 30.000. Cukup buat makan sehari-hari saja," ucapnya.

Ditambahkannya, musim limau diperkirakan akan habis bulan Juli nanti dan kembali menjual jagung banyiur. "Mudahan saja Corona cepat berlalu, sehingga kami bisa berjualan di Siring lagi," ucap Enor yang suaminya meninggal sejak 6 tahun lalu.

(banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved