Berita Tanahlaut

Harga Lateks Masih Jeblok, Petani di Desa Tala Tetap Lakukan Hal ini

Mereka mengaku pasrah dan tiap hari tetap menyadap karet, hal itu dilakuan karena tak ada pilihan lain

istimewa
Sadapan getah 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Meski telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini harga lateks tak kunjung membaik.

Meski kadang sempat mengalami kenaikan, namun umumnya tak seberapa dan tak berlangsung lama.

Namun tak ada yang dapat dilakukan para petani karet, termasuk yang ada di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Ya mau bagaimana lagi, gak bisa ngapa-ngapain juga. Cuma bisa sabar dan pasrah berharap harga naik dan menggiurkan kayak dulu," ucap Suni, petani karet Kecamatan Batuampar, Rabu (1/7/2020).

Di Rumah Mertua, Kelakuan Suami Syahrini Disorot, Reino Barack Lakukan Ini pada Suami Aisyahrani

Dokter Spesialis Anastesi di RS Haji Surabaya Meninggal Karena Terpapar Covid-19

Aktivasi Promo Telkomsel Hari ini 1 Juli 2020, Ada Paket Internet Murah GameMAX 34 GB Cuma Rp 75.000

Bapak tiga anak ini menuturkan harga getah karet beku (lateks) hanya sekitar Rp 4.700-4.800 per kilogram.

Harga ini dinyatakannya teramat memilukan.

"Saya cuma bisa bermimpi semoga bisa kayak dulu lagi harganya yang sampai Rp 11 ribu sekilonya," tandasnya.

Senada diutarakan kalangan petani karet lainnya seperti di Desa Alur, Kecamatan Batuampar.

Mereka mengaku pasrah dan tiap hari tetap menyadap karet.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved