Techno

India Berani Blokir TikTok terkait Keamanan Data, ByteDance Bisa Kehilangan Rp 7,2 Miliar Per Hari

Pemerintah India mengklaim pemblokiran TikTok itu untuk melindungi privasi dan keamanan warganya.

reuters.com
ilustrasi TikTok 

Editor : Rahmadhani

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah India menyatakan pemblokiran terhadap Aplikasi TikTok, platform video berdurasi pendek asal China.

Setelah sebelumnya Pemerintah Amerika Serikat menganggap TikTok sebagai risiko keamanan, kini induk perusahaannya, Bytedance, telah dituntut di India atas dugaan pelanggaran privasi anak.

Pemerintah India mengklaim pemblokiran TikTok itu untuk melindungi privasi dan keamanan warganya.

Selain TikTok, India juga memblokir 58 aplikasi yang berbasis di China dalam upaya membangun kembali pertahanan, keamanan, kedaulatan, dan integritas India.

Spesifikasi & Daftar Harga HP Oppo Terbaru Juni 2020, Ada Oppo Find X2, Oppo A92 dan Oppo A52

Daftar Harga HP iPhone Terbaru Juni 2020, Ada iPhone 11, iPhone 7, iPhone XS & iPhone 8, iPhone 12?

Daftar Harga Hp Samsung 1 Juli 2020: Samsung Galaxy A31 dan A51 Beda Tipis, Cashback Rp 500.000

"Ada seruan yang kuat untuk mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi yang merusak kedaulatan India serta privasi warga negara kami," demikian keterangan Kementrian Elektronik dan Teknologi Informasi India dalam pernyataan resmi.

Dengan lebih dari 2 miliar unduhan, TikTok sejauh ini berhasil memerangi ancaman legislatif, namun apa yang terjadi di India adalah jenis tantangan yang berbeda.

Hal ini menjadi pukulan telak bagi TikTok. Sebab, India merupakan salah satu pasar dengan jumlah pengguna TikTok yang besar.

Seperti dilaporkan TechCrunch, hampir setengah dari 1,3 miliar populasi di India aktif di dunia maya, dan pemblokiran itu akan memengaruhi satu dari tiga pengguna smartphone di India.

Ketentuan India untuk pemblokiran belum sepenuhnya diklarifikasi dan Google Play Store serta Apple Store masih menawarkan 59 aplikasi yang bisa diunduh di negara tersebut.

TechCrunch melaporkan, Google belum menerima permintaan pemblokiran dari Kementrian Elektronik dan Teknologi Informasi India yang berbasis di New Delhi, sementara Apple disebut sedang melakukan peninjauan.

Saat TikTok diblokir selama satu minggu di India, ByteDance melaporkan perusahaan kehilangan lebih dari 500.000 dollar AS (sekitar Rp 7,2 miliar) per hari di negara itu.

Hubungan antara India dan China saat ini sangat tegang setelah konflik yang terjadi di wilayah Ladakh, dan larangan tersebut justru memperkeruh situasi.

Daftar lengkap aplikasi China yang dilarang bahkan meluas ke UC Browser dan UC News milik Alibaba Group, serta aplikasi media sosial Weibo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Pelanggaran Privasi Anak, TikTok Diblokir di India"

Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved