Breaking News:

DPRD Kotabaru

Ketua DPRD Kotabaru Dukung Keinginan Bupati Jadikan Kabupaten Kotabaru Daerah Swasembada Pangan

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, mendukung penuh keinginan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, jadikan Kabupaten Kotabaru sebagai daerah lumbung padi.

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis saat acara panen raya padi sawah di Desa Sungaipasir, Kecamatan Pulaulaut Tengah 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, mendukung penuh keinginan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, jadikan Kabupaten Kotabaru sebagai daerah lumbung padi. 

Bahkan Syairi sangat mengapresiasi rencana Bupati tersebut, selain Kotabaru menjadi lumbung padi. Namun sekaligus menjadi pondasi ketahanan pangan melalui program swasembada. 

Hal itu disampaikan Syairi saat mengikuti acara panen raya padi sawah di Desa Sungaipasir, Kecamatan Pulaulaut Tengah Kotabaru, Selasa (30/6/2020) kemarin. 

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis (kiri) saat acara panen raya padi sawah di Desa Sungaipasir, Kecamatan Pulaulaut Tengah
Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis (kiri) saat acara panen raya padi sawah di Desa Sungaipasir, Kecamatan Pulaulaut Tengah (istimewa)

Menurut Syairi mendukung program swasembada pangan. Menyusul akan dikembangkannya lagi sektor pertanian, dengan membentuk demplot-demplot tersebar di beberapa titik di Kabupaten Kotabaru. 

Dengan keberadaan demplot-demplot sudah disiapkan melalui Dinas Pertanian untuk mendorong hasil produksi pertanian. Berdasarkan perhitungan dalam satu hektare lahan menghasilkan 3 sampai 4 ton gabah. 

Terlebih dengan adanya program pembinaan oleh Dinas Pertanian, produksi hasil gabah petani dapat meningkat 6 sampai 7 ton persekali panen. 

"Ini luar biasa. Harapan kita ke depan tentu harus didukung. Sehingga kegiatan ini tidak hanya seremonial biasa. Jadi harus ada beberapa langkah dilakukan Dinas Pertanian," ucapnya. 

Terutama menyangkut inventarisasi lahan yang sangat diutamakan. Selain kondisi pengairan sebagai pendorong panen bisa dilakukan tiga kali setahun. 

Dibantu pula tenaga-tenaga penyuluh pertanian di masing-masing kecamatan, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. 

"Termasuk back up anggaran kalau kita ingin menjadi kabupaten yang berdaulat pangan. Selain memaksimalkan program pusat yang bisa di bawa ke daerah melalui Dinas Pertanian. Dengan didukung data-data," pungkasnya. (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved